Pemkab. Lombok Barat Pastikan Pelaksanaan Mekaki Marathon 2018

Pemkab. Lombok Barat Pastikan Pelaksanaan Mekaki Marathon 2018

SUARALOMBOKNEWS.COM – LOMBOK BARAT | Even Mekaki Marathon yang sedianya digelar bulan April 2018 lalu dimundurkan hingga bulan Oktober mendatang, dikarenakan bertepatan dengan pelaksanaan  Pilkada Lombok Barat, dan gelaran Asian Games di Jakarta sehingga para sponsor masih terfokus pada even nasional tersebut.

Untuk memastikan bahwa kegiatan Mekaki 2018 akan tetap berlangsung sesuai jadwal, Dinas Pariwisata Lombok Barat  melaksanakan kegiatan Soft Launching Mekaki Marathon 2018 yang digelar di ruang Media Centre Bagian Humas dan Protokol Setda  Lombok Barat, Selasa (15/5/2018).

Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Barat H. Saepul Akhkam menjelaskan, Mekaki Marathon 2017 memberikan efek positif bagi masyarakat. Kesadaran masyarakat Sekotong untuk berkembang dan membuka diri sudah terlihat. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan menunjukkan angka kunjungan wisatawan ke Sekotong makin tinggi, begitu pula dengan investasi di wilayah selatan Lombok Barat itu makin berkembang.

Sampai hari ini, kata  Akhkam, dari 36 investor di Sekotong, lebih dari separuhnya berinvestasi di Gili Gede.  Hal itu tidak lain dikarenakan Pemkab. Lombok Barat memberikan perhatian kepada Sekotong.”Untuk itu tahun 2018 ini pemerintah akan merevitalisasi Senggigi dan Gili Gede,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaidi menjelaskan, keunggulan sebuah destinasi pariwisata ada pada branding dan icon yang kuat. Sekotong dengan segala potensinya membutuhkan kekuatan itu.“Berkat kerjasama dengan berbagai pihak, kita sudah mampu membuat branding di Mekaki Sekotong dan Jazz Festival di Senggigi,” ucapnya

Ispan menambahkan, even seperti Mekaki Sekotong ini tidak hanya milik Lombok Barat, melainkan milik Lombok dan NTB. Untuk itu semua pihak diharapkan ikut mengangkat citra kegiatan ini agar bisa berlangsung lebih baik.

Menurut  Ispan, kegiatan Mekaki Marathon sengaja dilaksanakan di Bulan April merupakan bulan-bulan low season (rendah kunjungan wisatawan). Tujuannya adalah untuk mendongkrak kunjungan di bulan-bulan sepi. Tujuan akhirnya adalah agar rata-rata kunjungan wisatawan tetap stabil. Kehadiran even-even berskala nasional dapat menstabilkan tingkat hunian hotel hingga lebih dari 60 persen.

Ispan mencontohkan, pada even MNEK beberapa waktu lalu, kawasan Senggigi kekurangan kamar. “Kita minus kamar saat MNEK. Ini adalah dampak sebuah even,” jelasnya.

Dampak dari sebuah promosi itu, lanjut Ispan,  baru bisa dirasakan setahun kemudian. Setelah dilakukannya promosi dan perhelatan even, maka di benak masyarakat maupun peserta yang tertanam adalah image tentang Sekotong dan Mekaki Marathon. Itu adalah hasil yang tidak terlihat. Sementara hasil yang nampak adalah semakin banyaknya wisatawan yang terpesona datang ke Sekotong dan tahu Sekotong secara nyata. “Yang tadinya tahu lewat dunia maya sekarang lewat dunia nyata. Bahkan mereka nanti bisa ke 12 gili yang ada di sana,” tandas Ispan.

Ditempat yang sama, Juria Ambar Haruni, selaku event organizer Archiss Jakarta menjelaskan, pihaknya baru saja pulang dari Sekotong. Hal menarik yang dilihat adalah jalan yang sudah lebar dan pelaksanaan pelebaran jalan sudah menyeluruh hingga ke pantai Mekaki.“Ini sebuah hal yang membuat kami  bersemangat dan punya satu tekad bahwa Mekaki 2018 harus disupport dan dilaksanakan,” ucapnya.

 

Haruni  menjelaskan, setelah melalui hasil diskusi maka diputuskan kegiatan Mekaki Marathon pada tanggal 7 Oktober 2018 mendatang. Dalam kegiatan tersebut pihaknya tidak sekedar menginginkan untuk dijadikan sebagai even lari semata, melainkan sebagai  momen untuk memperkenalkan Lombok Barat  sebagai obyek pariwisata dunia.

Hal senada disampaikan  Didit dari DnD Sport. Didit berharap agar para peserta lari nantinya dapat memanfaatkan kegiatan lari tersebut sambil  berfoto dengan masyarakkat setempat. Inilah perbedaan even tahun lalu dengan tahun ini.“Sekarang kita ingin lebih banyak merangkul penduduk setempat,” harapnya.

Didit mengatakan, tahun lalu  para peserta belum banyak yang tahu kondisi di Sekotong. Hal ini menyebabkan minimnya informasi tempat menginap dan obyek wisata di Sekotong. Untuk itu pada tahun ini dalam hal penginapan, panitia ingin bekerjasama dengan masyarakat setempat dan para penggiat pariwisata.“Kita akan berikan alternatif kepada peserta untuk menginap di hotel, villa, homestay, atau mungkin di rumah penduduk,” jelasnya.

Adapun perbedaan dalam hal pentas di lokasi start, panitia kali ini akan memberikan banyak pertunjukan. Kalau dulu hanya satu pertunjukan, tapi sekarang akan diperbanyak. Ini dimaksudkan untuk menjadi penyemangat kepada pelari. “Panggung hiburan juga akan dibuat merakyat yang bisa memberikan suasana Lombok. Kami juga akan memperbanyak artis dari Lombok,” ucap Didit.

Mengenai teknis perndaftaran, akan dimulai pada akhir Juni, melalui online dan offline.  melalui online masyarakat dapat membuka situs www.mekakimarathon.com. Ini ditujukan utuk peserta dari luar Lombok dan luar negeri agar bisa mendaftar di situs tersebut. “Kalau yang dari Lombok bisa lewat website maupun offline. Kami sedang persiapkan semuanya supaya mereka bisa mendaftar dengan baik,” ujar Didit. [slNews – miq]

No Responses

Tinggalkan Balasan