Pemerintah Jangan Bunuh Petani Tembakau

Pemerintah Jangan Bunuh Petani Tembakau
Heri, Petani Tembakau Lombok Tengah

SUARALOMBOKNEWS.COM – LOMBOK TENGAH | Petani Tembakau khususnya di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah menekan Perusahaan Rokok untuk membeli seluruh hasil Panen Petani Tembakau.
Pasalnya, tahun 2019 ini, Perusahaan Rokok mengurangi jumlah pembelian Tembakau asal Lombok.”Ditahun – tahun sebelumnya seluruh Pabrik (Perusahaan) Rokok membeli 38 ribu ton hasil panene Petani Tembakau, tetapi tahun ini hannya akan membeli kurang dari 21 ribu Ton Tembakau. Lalu akan dikemanakan ratusan ribu ton hasil panene Petani Tembakau Swadaya. Untuk itu Pemkab Lombok Tengah harus menekan Perusahaan Rokok untuk membeli seluruh hasil Panen Tembakau Petani Tembakau Lombok Tengah,” pinta Heri, Petani Tembakau Lombok Tengah, Senin (17/6/2019).
Petani Tembakau asal Desa Kerembong, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah itu membeberkan, Perusahaan Rokok di Pulau Lombok tahun ini mengurangi jumlah pembelian Tembakau, seperti PT. Sadana tahun ini hannya membeli 600 Ton Daun Tembakau. PT. IDS 1000 Ton, PT. AOI 600 Ton, PT. Bentul 8 ribu Ton, PT. Jarum 5 ribu Ton dan ada salah satu perusahaan rokok besar yang tahun ini tidak membeli Daun Tembakau asal Lombok.”Tahun ini terjadi Over Produksi Tembakau. Kalau tidak ada upaya nyata dari Pemkab Lombok Tengah, itu sama saja dengan membunuh Petani Tembakau,”beber Heri
Heri menyebutkan, kebutuhan Daun Tembakau Nasional Tahun 2019 ini sebanyak 120 ribu Ton Daun Tembakau, tetapi perusahaan rokok hannya akan membeli kurang dari 21 ribu Ton Daun Tembakau hasil Petani Tembakau Lombok.”Kebutuhan Nasional 120 ribu ton, tetapi Tembakau hasil Petani Lombok yang diserap perusahaan tahun ini kurang dari 21 ribu ton. Untuk itu Pemerintah harus menekan perusahaan untuk membeli hasil panen Petani Tembakau, kalau tidak itu sama saja dengan membunuh Petani Tembakau,”ujarnya.
Sampai dengan berita ini dimuat di SuaraLombokNews.com, belum ada tanggapan dari Pemkab Lombok Tengah terkait dengan pengurangan pembelian hasil panene Petani Tembakau oleh Perusahaan Rokok dan terkait dengan akan terjadinya Over Kapasitas hasil panen Petani Tembakau. [slNEWS – rul].

No Responses

Tinggalkan Balasan