Pemdes Kuta Siap Gelar Karnaval Pesona Bau Nyale 2019 Tandingan

Pemdes Kuta Siap Gelar Karnaval Pesona Bau Nyale 2019 Tandingan

SUARALOMBOKNEWS.com – Lombok Tengah | Pemerintah Desa (Pemdes) Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tengara Barat (NTB) akan melaksanakan kegiatan Karnaval Pesona Bau Nyale 2019 Tandingan pada tanggal 24 Februari 2019 mendatang, jika Panitia ditingkat Kabupaten Lombok Tengah dan Provinsi NTB ngotot melaksanakan Karnaval Pesona Bau Nyale 2019 di Kota Praya, Lombok Tengah.”Kalau pelaksanan Karnaval Bau Nyale sama dengan tahun kemarin, Kami di Desa Kuta bersama Desa Tetangga akan melaksanakan Karnaval Bau Nyale Tandingan,”tegas Kepala Desa (Kades) Kuta, Mirate didampingi Ketua Forum Kadus Desa Kuta/Ketua Badan Keamanan Desa Kuta, Abdul Sukur, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kuta, Muhamad Saparudin, Anggota BPD Kuta Alus Darmiah dan Kadus Ujung Abdul Mutalib di kediamannya, Sabtu (12/1/2019).
Untuk itu, Kades Kuta terpilih hasil Pilkades Serentak 2018 yang dilantik pada Tanggal, 27 Desember 2018 lalu itu meminta kepada Panitia Kabupaten dan Provinsi untuk  melaksanakan Karnaval Pesona Bau Nyale 2019 di Desa Kuta.” Katanya Karnaval itu untuk promosi pariwisata, kalau dilaksanakan di Kota Praya, siapa yang mau nonton. untuk itu kami mohon Karnaval Bau Nyale dilaksanakan di Desa Kuta, sehingga masyarakat luar bisa mengetahui langsung lokasi Bau Nyale, tahu dan bisa melihat secara langsung Pantai Seger,” ucap Mirate.
Dalam waktu dekat ini, Pemdes Kuta akan segera membentuk Panitia Bau Nyale ditingkat Desa.” Minggu ini, kami akan membentuk Panitia ditingkat Desa,” lanjut Ketua Forum Kadus Kuta, Abdul Sukur.
Pemdes Kuta berharap, pada pelaksanaan kegiatan Pra, Puncak dan Pasca Core Event Pesona Bau Nyale 2019, Panitia Kabupaten dan Provinsi untuk melihatkan Panitia yang ada ditingkat Desa dalam setiap kegiatan, sehingga kegiatan Pra,Punak dan Pasca Core Event Pesona Bau Nyale 2019 berjalan aman, nyaman, tertib dan lancar, serta manfaat atau dampaknya dirasakan langsung oleh Masyarakat.” Jangan seperti tahun kemarin, Panitia di Desa hannya dijadikan penonton saja, tetapi kalau ada masalah, yang disalahkan Panitia di Desa. Untuk itu mohon Panitia ditingkat Kabupaten dan Provinsi melibatkan Panitia di Desa, sehingga jangan hannya membuang sampah saja ke Kuta,” pinta Abdul Sukur.
Selain mengancam akan mengadakan Karnaval Pesona Bau Nyale 2019 tandingan, Pemdes Kuta juga tidak mau bertanggungjawab terkait dengan Lokasi Parkir kendaraan pengunjung yang datang menyaksikan pelaksanaan Pra, Puncak dan Pasca Core Event Pesona Bau Nyale 2019.”Masak lelah dan masalah saja kami dapat. Kalau Karnaval Bau Nyale tetap dilaksanakan di Kota Praya, kami lepas tangan soal Lokasi Parkir Kedaraan, silakan Panitia Kabupaten dan Provinsi yang atur,” kesal Kadus Ujung Abdul Mutalip
Senada dengan Ketua BPD Kuta, Muhamad Saparudin, yang juga tidak lagi mau ambil pungsing terkait dengan lokasi dan pengelolaan lahan Parkir Kendaraan Pengunjung pada acara Pra, Puncak dan Pasca Pesona Bau Nyale 2019.” Silakan Panitia diatas yang kerjakan, karena kami tidak pernah dianggap ada,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah, H. Lalu Muhamad Putria mengatakan, Lokasi pelaksanaan Karnaval Pesona Bau Nyale 2019 belum ditentukan.” Belum ada keputusan dimana mau dilaksanakan karena belum dirapatkan. Yang sudah jelas itu Pemkab Lombok Tengah bersama tokoh – tokoh telah melaksanakan Sangkep Warige penentuan hari H Bau Nyale yang jatuh pada tanggal, 24 – 25 Februari 2019,”jelasnya.
Lalu Putria juga mengatakan, penentuan Lokasi pelaksanaan Karnaval Pesona Bau Nyale 2019 akan dirapatkan dengan melibatkan usur dari tokoh masyarakat, Pemdes,  Pemkab Lombok Tengah dan Pemprov NTB.” Pemdes, Pemkab dan Pemprov akan duduk bersama memusyawarahkan lokasi pelaksanaan Karnaval, Ngiring Perapet Sile Pesopok Ambu Madu Arep. Setelah itu baru pembentukan Panitia,” katanya.
Menurut Lalu Putria, lokasi pelaksanaan Karnaval Pesona Bau Nyale 2019 tidak perlu didebatkan, karena hajatan dari Karnaval Pesona Bau Nyale 2019 itu untuk meningkatkan daya saing destinasi pariwisata dan sebagai ajang promosi.” Budaya Bau Nyale ini sudah menjadi Top Event berkelas Internasional, jadi semua pihak harus mengemas Core Event Bau Nyale ini sehingga layak ditampilkan ditingkat Internasional. persoalan lokasi Karnaval itu tidak perlu diperdebatkan, karena Karnaval itu tujuannya promosi, yang namanya promosi bisa saja dilaksanakan di Jakarta, atau di Mataram. Untuk itu dimana pun lokasi pelaksanaan Karnaval itu harus kita dukung, sukseskan bersama – sama, jangan ada yang bawa-bawa ego pribadi, keinginan kelompok apalagi membawa – bawa nama masyarakat,”pungkasnya. [slNews.com – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan