Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

OTT Kejari Mataram,  Kadisdik Kota Mataram dan Kontraktor Pulang Kerumah, Oknum Anggota Dewan Ditahan di Lapas Mataram

OTT Kejari Mataram,  Kadisdik Kota Mataram dan Kontraktor Pulang Kerumah, Oknum Anggota Dewan Ditahan di Lapas Mataram

SUARALOMBOKNEWS.COM – Mataram | Tim Satuan Khusus Kejaksaan Negeri (Satsus Kejari) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jumat pagi, (14/9/2018).
Dalam Operasi Senyam itu, Kejari Mataram menangkap basah oknum Anggota DPRD Kota Mataram bernama H Muhir dari Fraksi Golkar,
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram
H. Sudenom dan salah seorang Kontraktor Proyek Rehabilitasi Sekolah pasca Gempa Lombok di Mataram berinisial CT.
Pada saat di OTT, Oknum Anggota Dewan itu hendak menerima uang dari Kadisdik Kota Mataram yang saat itu didampingi Kontraktor Proyek Rehabilitasi Sekolah disalah satu Rumah Makan di Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram Mataram.“Saat kita datang, dia mencoba melempar uang itu ke arah kontraktor, seolah-olah enggak mau menerima, padahal kita sudah tahu modus seperti itu,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, DR Ketut Sumedana, Jumat (14/9/2018).
Saat ini Oknum Anggota Dewan Komisi IV DPRD Kota Mataram dari Partai Golkar itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Jaksa Kejari Mataram.“Kita sudah ditetapkan sebagai tersangka,”kata Ketut Sumedana.
Setelah menjalani proses penyidikan, pada Jumat sore (14/9/2018) di Kejari Mataram, Oknum Anggota Dewan Kota Mataram H. Muhir langsung digelandang menuju ruang titipan Lapas Mataram. Sementara Kadis Pendidikan dan kontraktor dipulangkan lantaran hanya sebagai korban kasus pemerasan dana rehabilitasi gedung sekolah pasca gempa Lombok.
Atas perbuatannya itu, Jaksa Kejari Mataram menjerat oknum Anggota Dewan Kota Mataram itu dengan Pasal 13 E UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.” Dia (H. Muhir) diduga melakukan pemerasan terhadap Kadisdik dan Kontraktor Proyek Rehabilitasi Sekolah pasca bencana alam. Pelaku dijerat Pasal 12 E Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tindak Pidana Korupsi,” sebut Ketut Sumedana.
Proyek Rehabilitasi Gedung Sekolah SD, SMP di Kota Mataram itu  dianggarkan melalui APBD Perubahan  senilai Rp. 4,2 miliar. Anggaran tersebut untuk perbaikan 14 gedung sekolah yang rusak akibat gempa.“Bayangkan kalau sekolah direhabilitasi pakai material yang jelek kualitasnya, apa enggak roboh lagi. Apa enggak kasihan sama anak-anaknya,” kesal Ketut Sumedana
Dalam OTT itu, Kejari Mataram juga mengamankan Barang Bukti berupa dua unit mobil mewah jenis  Honda HR-V warna  putih dengan nomor polisi (Nopol) D 1792 AEB dan Mobil Dinas Pemkot Mataram  jenis  Honda HR-V warna hitam  Nopol DR 1240 AK,  satu unit sepeda motor, dan uang tunai sebesar Rp 30 juta. [slNews.com – di]

No Responses

Tinggalkan Balasan