Operasi Antik Gatarin 2018, Polres Lombok Tengah Tangkap 8 Pengedar Sabu

Operasi Antik Gatarin 2018, Polres Lombok Tengah Tangkap 8 Pengedar Sabu

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Sat Resnarkoba Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba selama dua pekan pelaksanaan Operasi Antik Gatarin 2018.
Sebanyak 8 orang dijadikan tersangka pengedar Narkoba jenis Sabu, dan dua orang diantaranya masih berstatus pelajar di salah satu SMA di Lombok Tengah.
Barang bukti yang diamankan antara lain 16 gram Sabu,  timbangan, handpohone, korek api Gas dan alat Hisap Sabu.”Hasil dari Operasi Antik Gatarin 2018,  8 orang ditetapkan sebagai Pengedar  Narkoba, dua orang tersangka masih dibawah umur. Dengan barang bukti  16 gram Narkotika jenis Sabu, ada timbangan, alat hisap dan hadphone,”kata Kapolres Lombok Tengah AKBP. Rudi Santosa, didampingi Kasat Resnarkoba Polres Lombok Tengah AKP. AKP. Dhafid Shiddiq saat menggelar Konferensi Pers Operasi Antik Gatarin 2018, Kamis, (6/12/2018).
AKBP. Budi mengungkapkan, 16 gram Barang Bukti Narkoba jenis Sabu itu hasil penangkapan dan pengungkapan di 6 lokasi. Dan 8 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka pengedar Sabu itu merupakan Residivis dan menjadi TO.” 16 gram itu didapat dari 6 lokasi, di Desa Kopang Rembige, Kecamatan Kopang, di Kelurahan Prapen, di Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, di Kelurahan Gerantung, Kecamatan Praya Tengah dan di Desa Sengkol Kecamatan Pujut. Barang Bukti Sabu paling besar didapat di Desa Kopang Rembige seberat 14 gram. Dan barang bukti yang berhasil diamankan pada Operasi Antik Gatarin 2018 merupakan yang terbesar di Lombok Tengah. Dari 8 tersangka, dua diantaranya TO Operasi Antik Gatarin 2018,” ujar.
Atas perbuatannya, 8 tersangka pengesar Sabu itu dikenakan Pasal 112 dan Pasal 114 KUHP tentang penyalahgunaan dan peredaran Narkoba, dengan ancaman hukuman, 6 tahun penjara. [slNews.com – rul].

No Responses

Tinggalkan Balasan