Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Oknum Dokter Puskesmas Kuta, Diduga Tak Mau Layani Korban Lakalantas

Oknum Dokter Puskesmas Kuta, Diduga Tak Mau Layani Korban Lakalantas

SUARALOMBOKNEWS.COM – LOMBOK TENGAH | Oknum dokter di Puskesmas Kuta,  Desa Kuta,  Kecamatan Pujut,  Lombok Tengah berinisial dr. Hj. A,  diduga tidak mau melayani korban kecelakaan lalulintas (Lakalantas),  Baiq Riska,  16 Tahun,  warga Dusun Prabu,  Desa Prabu,  Kecamatan Pujut,  Lombok Tengah, yang tewas seketika dilindas Kendaraan Dum Truk di ruas jalan Raya Dusun Bun Gupuk,  Desa Prabu,  pada Jumat siang (13/7/2018).
Korban meninggal dunia seketika di TKP karena mengalami luka parah dibagian kepala,  dengan kondisi kepala pecah akibat terlindas roda Dum Truk.
Karena  Jasad korban kondisinya mengenaskan warga bersama keluarga langsung membawa korban ke rumah duka.
Untuk melengkapi syarat mendapatkan dana asuransi  Jasa Rahaja,  pihak keluarga menghubungi Dokter Puskesmas Kuta untuk dilakukan pemeriksaan medis terhadap Jasad korban.
Namun, oknum dokter berinisial dr. Hj. A yang dimintai tolong oleh keluarga korban menolak datang kerumah korban.”Untuk syarat mengusulkan dana Jasa Rahaja,  dibutuhkan keterangan dokter,  tetapi Dokter Hj. A menyarankan untuk membawa jasad korban ke Puskesmas Kuta,  tetapi kami tidak bisa membawa Jasad korban karena kondisinya yang parah,  lalu kami memohon kepada dokter untuk datang memeriksa Jasad Korban,  tapi dokter itu menolak dengan alasan sudah diluar jam kerja,” cerita keluarga korban,  Lalu Guntur,  Sabtu,  (14/7/2018).
Permohonan keluarga korban tidak cukup disitu saja,  keluarga korban kembali memohon kepada oknum dr. Hj. A melalui saluran Handphone,  meminta untuk menugaskan Perawat Puskesmas datang kerumah korban untuk memeriksa kondisi jasad korban. Namun lagi – lagi oknum dokter itu menolak dengan alasan hannya dua orang perawat yang Piket di Puskesmas Kuta.” Kataya tidak bisa karena hannya dua perawat yang piket di Puskesmas,” ungkap Lalu Guntur.
Pihak keluarga korban,  akhirnya meminta bantuan kepada salah seorang dokter.”Untung ada dokter yang mau diminta tolong dan mau datang memeriksa kondisi Jasad Almarhumah,” ujar Lalu Guntur.
Terpisah,  Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah H. Omdah kepada www.suaralomboknews.com,  via handphone,  Sabtu,  (14/7/2018),  membantah Oknom dokter Puskesmas Kuta dr. Hj. A menolak untuk melayani korban Lakalantas tersebut.”Memang kemarin (jumat) di kontak (telphone),  jawabannya tunggu dulu karena masih ada Pasien, dan waktu itu sudah sore,  sudah diluar jam dinas dan memang sedang ada pasien yang ditangani. Makanya saling bersitegang,  ada yg mau cepat ditangani. Jadi itu hannya salah komunikasi saja,” bantahnya.
Untuk itu H. Omdah berpesan kepada masyarakat,  jika mengalami musibah Lakalantas,  untuk membawa korban Lakalantas ke Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit maupun di Puskesmas.”Kalau ada kasus seperti itu (lakalantas) sebaiknya korban dibawa langsung ke IGD,  sehingga penerbitan surat keterangan sesuai dengan aturan. Tetapi intinya kita selalu siap melayani masyarakat,”pungkasnya. [slNews – rul].

No Responses

Tinggalkan Balasan