Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Nursiah : Penyelesaian Pemagaran Lahan Sirkuit MotoGP Lebih Cepat Lebih Baik

Nursiah : Penyelesaian Pemagaran Lahan Sirkuit MotoGP Lebih Cepat Lebih Baik
Sekda Lombok Tengah, HM. Nursiah

SUARALOMBOKNEWS – LOMBOK TENGAH | Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), bersama unsur Forkompinda menggelar Rapat Koordinasi  terkait dengan penyelasian permasalahan pemagaran lahan eks jalan desa seluas 72 are oleh warga di lokasi Proyek Sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta diwilayah Dusun Ujung Lauk, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, dan persoalan Demo sejumlah Sopir Dam Truk yang menuntut dilibatkan dalam pengerjaan Proyek Sirkuit MotoGP tersebut.
Kepada suaralomboknews.com usai menggelar Rakor penyelesaian pemagaran lahan Sikuit MotoGP di ruang rapat utama Tastura 1 Kantor Bupati Lombok Tengah, Senin (30/9/2019), Sekda Lombok Tengah, HM. Nursiah mengatakan, PT. ITDC akan mempelajari dasar – dasar warga mengklaim lahan Sirkuit MotoGP yang dulunya merupakan eks Jalan Desa Kuta.”Masalah pemagaran lahan, nanti ITDC akan mempelajari Dasar – dasarnya,”katanya
Menurut Nursiah, warga melakukan pemagaran lahan karena ingin mendapat penjelasan dari PT. ITDC terkait dengan status lahan tersebut.”Warga ingin mendapatkan penjelasan dari ITDC tentang status lahan jalan Desa itu. Kita harapkan klaim lahan dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku,”ucapnya
Nursiah mengungkapkan, Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembangunan KEK Mandalika Kuta yang terdiri dari unsur TNI/Polri, Sat Pol PP dan termasuk dari PT. ITDC telah melakukan pendekatan secara persuasip kepada warga yang mengklaim kepemilikan lahan Sirkuit MotoGP yang dulunya merupakan jalan desa tersebut.
Selain itu kata Nursiah, Tim Satgas juga telah berkoordinasi dengan pihak PT. ITDC, Badan Pertanahan Nasional (BPN) termasuk dengan para mantan Kepala Desa (Kades) Kuta dan tokoh msyarakat yang mengetahui latar belakang dan sejarah lahan yang dijadikan Sirkuit MotoGP tersebut.” Satgas sudah melakukan pendekatan secara persuasip  bersama jajaran TNI/Polri, Pol PP dan  ITDC. Kami turun menyampaikan penjelasan kepada warga. Dan Satgas sudah berkoordinasi dengan ITDC, BPN terkait dengan status lahan itu. Kemudian kita juga berkoordinasi dengan mantan – mantan Kades, berkaitan dengan status jalan – jalan Desa di dalam KEK Mandalika. Satgas akan memfaslitasi perwakilan dari warga dengan ITDC, sehingga warga mendapatkan penjelasan yang sebenar – benarnya dari ITDC. Selain itu langkah Satgas memberikan pemahaman kepada warga,”ungkap Nursiah
Sementara itu terkait dengan batas waktu penyelesaian pemagaran lahan Sirkuit MotoGP oleh warga tersebut, Nursiah berharap bisa diselesaikan secepatnya, sehingga pembangunan Sirkuit MotoGP berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu.”Lebih cepat lebih baik. Nanti akan dijelaskan oleh ITDC berkaitan dengan status tanah, Dan nanti juga akan diundangn tokoh – tokoh termasuk mantan – mantan Kades yang tahu tentang lahan jalan desa itu,” tutunya
Nursiah memastikan penyelesaian persoalan pemagaran lahan Sirkuit MotoGP itu selesai sebelum pelaksanaan Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Sirkuit MotoGP pada Tanggal, 11 Oktober 2019 oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).”Groundbreaking jalan terus tidak ada masalah. Intinya warga perlu penjelasan  dari ITDC, dan harus kita pasilitasi sehingga persoalan klaim lahan jadi klear. Penting ada saluran komunikasi yang dibangun, dan pelibatan warga dalam tenaga kerja itu pasti, tetapi tentu sesuai dengan mekanisme dan aturan – aturan yang ada,”tegasnya
Ditemat yang sama, Kapolres Lombok Tengah AKBP. Budi Santosa menjelaskan, Tim Satgas terdiri dari 5 orang dari unsur Kepolisian Polres Lombok Tengah, 5 orang dari TNI Kodim 1620/Lombok Tengah, 5 orang dari Sat Pol PP Lombok Tengah dan termasuk dari PT. ITDC.
AKBP Budi Santosa mengaku, situasi Kamtibmas di KEK Mandalika Kuta pasca pemagaran lahan Sirkuit MotoGP oleh warga berjalan aman dan kondusif.” Kalau ada gangguan Kamtibmas tentu akan ada penambangan personil, tetapi kondisinya saat ini dilapangan aman dan kondusif,”ujarnya. [slNEWS – erwin]

No Responses

Tinggalkan Balasan