Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Nelayan di Pantai Kuta Gelar Ritual Roah Segare

Nelayan di Pantai Kuta Gelar Ritual Roah Segare

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Para Nelayan dan Masyarakat Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali  menggelar acara adat dan budaya Pesta Laut atau dalam bahasa Sasak Lombok disebut dengan Rowah Segare, Minggu (6/1/2019).
Acara Roah Segare yang rutin dilaksanakan sekali dalam 5 tahun oleh Nelayan dan Masyarakat Desa Kuta itu digelar di Pantai Kuta, tepatnya di Kampung Nelayan Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Para Nelayan berharap Roah Segare  akan memberi berkah yang melimpah bagi kehidupan Nelayan dan Msayarakat  selama setahun ke depan.
Roah Segare itu  dilaksanakan selama dua hari dua malam, pada Sabtu malam (5/1/2019) dilaksanakan Zikir dan Doa, serta Hiburan Rakyat berupa Pertunjukan Wayang yang dipusat di Pantai Kuta, yang juga Kawasan Ekonomi Khsusu (KEK) The Mandalika Kuta.
Pada Minggu pagi (6/1/2019) dilaksanakan Ritual Roah Segare yang dipusatkan di pinggir Pantai Kuta.
Pada acara Ritual Roah Segare itu, Nelayan dan Masyarakat menyembelih dua ekor Kerbau untuk dimasak dan disantap bersama – sama atau berjamaah di Pinggir Pantai Kuta.
Sedangan kepala Kerbau itu dijadikan sesajen yang dibungkus kain Putih kemudian dibuang ketengah Laut.
Ritual Roah Segare itu juga di iringi tiga Grup Musik Tradisional Gendang Belek.
Bagi Nelayan dan Masyarakat Desa Kuta, Roah Segare adalah bentuk ekspresi ungkapan sujud syukur atas rezeki yang diterima, dan doa harapan agar nelayan tetap dilindungi selama mencari ikan di laut serta melimpahnya hasil Bumi atau Pertanian dan perkebunan masyarakat.” Kegiatan Ritual Roah Sagere ini untuk memohon doa agar kita terhindar dari Musibah selama melaut dan memohon doa kepada Allah SWT agar hasil Panen Masyarakat melimpah,” ujar Ketua Lembaga Adat Desa Kuta, Supriadi.
Ditempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Kuta, Mirate menyampaikan, terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan Adat, Budaya dan Tradisi Roah Segare.
Kades Kuta terpilih yang dilantik pada tanggal 27 Desember 2018 lalu itu berjanji akan mendukung penuh pelaksanaan Adat, Budaya dan Tradisi Roah Sagare.”Selain untuk mempertahankan dan melestarikan adat, budaya dan Tradisi, kegiatan Roah Sagare ini juga sebagai salah satu upaya Pemerintah Desa (Pemdes) untuk mempromosikan Pariwisata, adat dan budaya yang kita miliki,” tutur Mirate.
Kegiatan Roah Segare itu mendapat apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Pujut dan Pemkab. Lombok Tengah.
Dalam sambutanya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah, H. Lalu Muh. Putria mengatakan, kegiatan Roah Segare merupakan peninggalan leluhur masyarakat Sasak yang harus tetap dijaga dan dilestarikan.
Selain sebagai salah satu upaya untuk menjaga dan melestarikan peninggalan leluhur,  Roah Sagare juga sebagai ajang promosi Pariwisata dibidang adat dan budaya.” Roah Segare ini merupakan peninggalan leluhur kita. Kedepan saya harapkan kepada Ketua lembaga adat Desa kuta agar terus menggali dan melestarikan budaya daerah khususnya  yang ada di Desa Kuta. Kepada Kepala Desa Kuta kami harapkan mampu memperjuangkan kegiatan masyarakat, sehingga jangan sampai jadi penonton di daerah sendiri,” pesan H. Lalu Putria.
Dengan telah dilaksanakannya Ritual Roah Sagare itu, Nelayan tidak diperbolehkan melaut selama tiga hari, tiga malam, terhitung dari tanggal 6 – 9 Januari 2019.
Kegiatan Adat, Budaya dan Tradisi Roah Segare itu juga dipadati ratusan wisatawan dari dalam dan luar negeri.
Bahkan para wisatawan itu ikut makan berjamaah atau Makan Begibung bersama Nelayan dan Masyarakat di pinggir Pantai Kuta, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Penulis    : rul
Editor       : Lalu Khaerul Amjar
Sumber   : SuaraLombokNews.com

No Responses

Tinggalkan Balasan