Menteri Susi Kritik Aktivitas Penambangan di Loteng

Menteri Susi Kritik  Aktivitas Penambangan di Loteng

Menteri Kelautan dan Perikanan  RI Susi Pudjiastuti”

Lombok Tengah, SuaraLombokNews.com, – Dalam sambutannya pada acara kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) RI Susi Pudjiastuti di Pelabuhan Perikanan Teluk Awang Desa Mertak Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), Kamis, (15/12/2016), Bupati Loteng HM. Suhaili FT, SH memaparkan terkait dengan tiga sektor besar yang menjadi andalan Loteng untuk mengetaskan Kemiskinan Masyarakat Loteng yakni Sektor Pertanian, Pariwisata dan Kelautan.” Teluk Awang merupakan dambaan kami masyarakat Loteng, keberadaan Teluk Awang merupakan andalan kami untuk mengetaskan kemiskinan, ada segi tigas emas untuk mengetaskan Kemiskinan masyarakat Loteng yakni, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Teluk Awang dan di sekitar Kawasan Bandara. Dan ada tiga Potensi besar untuk mengetaskan Kemiskinan yakni Pertanian, Pariwisata dan Kelautan, sehinga kehadiran  Ibu Menteri ini sangat kami rindukan dan harapkan,” ujar HM. Suhaili FT, SH.

Ditempat yang sama dalam sambutannya Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti mengungkapkan, tiga sektor yang diungkapkan Bupati Loteng itu membutuhkan keberlanjutan.” Pak Bupati tadi menyatakan Kabupaten Loteng ingin berorientasi untuk mendapatkan PAD dan meningkatkan Pendapatan Masyarakat dari tiga hal itu, dari perikanan tangkap, Pariwisata dan Pertanian, dan tiga sektor itu membutuhkan  keberlanjutan, Lingkungan Bapak harus sehat dan baik, penambangan kalau bisa tidak diperbolehkan, karena kalau di tempat wisata ada Penambangan wisatanya pasti hancur,”kata Menteri Susi.

Menteri Susi mengungkapkan, Zonasi dan tata ruang harus diatur dengan benar, seperti mengatur lokasi wilayah mana saja yang diperbolehkan dan dilarang ada aktivitas penambangan.” Zonasi dan tata ruang harus diatur dengan benar, kalau Tambang diwilayah mana dibolehkan, kalau ini (Teluk Awang – red)  tempat diperuntukan untuk perikanan ya sudah tidak boleh lagi ada penambangan  masuk di sini,” ungkapnya.

Menurut Menteri Susi, jika di kawasan Perikanan ada aktivitas penambangan,  akan berdampak dan merusak ekosistem laut.” Kalau tempat penangkapan ikan ditambang pasti ikannya akan pergi,” ucapnya.

Masyarakat membutuhkan perlindungan dari Pemerintah dalam mengatur Regulasi untuk memastikan bahwa keberlanjutan itu selalu ada, untuk masa depan generasi penerus bangsa dan Negara.” Masyarakat membutuhkan perlindungan dari pemerintah dalam mengatur  regulasi untuk memastikan bahwa keberlanjutan itu selalu ada. Sehingga anak cucu kita mempunyai keberuntungan dari pada hasil laut kita, kalau kita ambil semunya sebesar – nesarnya sekarang pasti anak cucu kita tidak akan dapat lagi apa apa.  Dan Pak Presiden telah menyatakan laut adalah masa depan bangsa Indonesia, maka pintu gerbang kita bukan hari ini bukan untuk anak kita saja, tetapi juga untuk cucu ,cicit  dan semua  keturunan kita yang akan datang,” ujar Menteri Susi. | rul

No Responses

Tinggalkan Balasan