Kondisi PDP Positif  Virus Corona Asal Desa Bagu Membaik

Kondisi PDP Positif  Virus Corona Asal Desa Bagu Membaik
Camat Pringgarata, Lombok Tengah, H. Masnun

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi Positif Virus Corona atau Covid-19 yang kini masih menjalani perawatan di Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak tanggal, 28 Maret 2020 atas nama H, 33 Tahun, warga Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, kini kondisi kesehatannya telah membaik.”Yang bersangkutan tetap berkomunikasi dengan keluarganya lewat Handphone, bahkan sering saling Video Call lewat WA. Dan kondisi kesehatan sangat baik, namun masih harus menjalani perawatan di RSUP NTB,”ungkap Camat Pringgarata, H.Masnun usai menghadiri Rapat pembahasan kebutuhan anggaran Penanganan Covid-19 di Bencingah Pendopo Bupati Lombok Tengah, Minggu (05/04/2020)
H. Masnun mengungkapkan, untuk mencegah penyebaran dan mempercepat penanganan Covid-19 di wilayah Pringgarata, pihaknya juga telah melakukan penelusuran terhadap warga yang pernah kontak langsung dengan PDP Positif Covid-19 tersebut.”Selain mendata seluruh Anggota Keluarga yang bersangkutan. Kami juga menelusuri Tukang Pijat yang pernah memijat bersangkutan. Dan dari keterangan Saudaranya, yang bersangkutan pernah di Pijat oleh salah salah seorang Tukang Pijat asal Desa Sintung dan datanya sudah saya sampaikan ke Posko Siaga Covid-19 Dinas Kesehatan Lombok Tengah,”ungkapnya.
Selain mendata warga yang pernah Kontak Langsung dengan PDP Positif Covid-19 tersebut, lanjut H. Masnu, juga telah dilakukan penyemrotan lauran Disinfektan di wilayah Desa Bagu hingga ke Fasilitas Umum dan Fasilitas Pemerintah yang ada di Kecamatan Pringgarata.”Sebagian warga juga sudah menerapkan Lockdown ditingkat Dusun. Manun masih ada juga warga yang masih Bandel, dan sudah kita Imbau sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati Lombok Tengah,”ucapnya
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, H. Omdah mengaku telah menerima data warga yang pernah kontak langsung dengan PDP Positif Covid-19 tersebut.”Sudah dicek langsung kelapangan oleh Surveilans kita. Dan hasil Rapid Tes, Anak dan Istrinya negatif, namun tetap masuk kedalam Orang Dalam Pengawasan (ODP) termasuk warga – warga yang pernah kontak langsung dengan yang bersangkuta,”ujarnya.
Sebelumnya dalam Press Release yang disampaikan oleh  Sekda Provinsi NTB selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menyampaikan kepada masyarakat NTB, bahwa telah menerima hasil pemeriksaan Swab atas 2 orang dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang positif Covid-19 sebagai berikut:
1. Pasien Positif Covid-19 pertama, an. Tn. M, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kota Mataram, beralamat di Pengempel Indah Bertais RT 03. Dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram NTB sejak 29 Maret 2020 dengan keluhan batuk dan sesak. Memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit dalam 14 hari terakhir, yakni Pasien mengikuti kegiatan Tabligh Akbar di Makassar tanggal 21-24 Maret 2020. Tanggal 29 Maret 2020 Pasien rujukan Puskesmas Cakranegara di jemput PSC 119 Jam 17.00. Pasien di SWAB oleh Tim RSUD Provinsi tanggal 30 Maret 2020. Tanggal 3 April 2020 konfirmasi positif dari Litbangkes Pusat. Saat ini pasien masih dirawat di Ruang Isolasi RS Kota Mataram dalam keadaan umum baik/stabil.
2. Pasien Positif Covid-19 kedua, an. Tn. H, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kabupaten Lombok Tengah beralamat di Bagu Kecamatan Pringgarata. Dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB sejak 28 Maret 2020 dengan keluhan demam. Memiliki riwayat perjalanan dari negara  terjangkit dalam 14 hari terakhir. Pasien rujukan dari RSAM tanggal 28 Maret 2020 (23.00 wita).
Kronologis sebagai berikut : Pasien bekerja di kapal pesiar selama 3 tahun dan berangkat pulang dari Amerika ke Lombok pada tanggal 16 Maret 2020 dan langsung pulang ke rumah.
Tanggal 17 Maret 2020 Pasien mengeluh demam sehabis terkena hujan, Pasien langsung berobat ke Klinik swasta di Lingsar selama 3 hari tetapi tidak ada perubahan kemudian pasien pergi berobat ke RSAM. Tanggal 20 Maret Pasien rawat jalan selama 3 hari tetapi keluhan makin memberat. Tanggal 23 Maret 2020 Pasien kembali lagi ke IGD RSAM dan rawat inap sampai tanggal 28 Maret 2020 dan dilakukan cek lab DL dan foto thorak. Kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi NTB jam 23.00 wita. Tanggal 3 April 2020 konfirmasi positif dari Litbangkes Pusat. Saat ini Pasien di rawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi dengan keadaan stabil. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan