Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kementerian PUPR RI Kunjungi Masyarakat Penerima Program BSPS di Lombok Tengah

Kementerian PUPR RI Kunjungi Masyarakat Penerima Program BSPS di Lombok Tengah
Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR RI, Dr. Ir. H. Khalawi Abdul Hamid didampingi Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip dan sejumlah Pejabat Pemprov NTB serta dari Pemkab Lombok Tengah mengunjungi rumah masyarakat penerima program BSPS di Dasan Malang Dusun Sorak, Desa Batujai Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (21/9/2019)

SUARALOMBOKNEWS – LOMBOK TENGAH | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia berupaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni, salah satunya melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, salah satunya seperti yang telah dilaksanakan di Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Untuk memastikan program BSPS telah dilaksanakan sesuai dengan aturan, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR RI, Dr. Ir. H. Khalawi Abdul Hamid menggelar kunjungan kerja ke Dusun Sorok, Desa Batu Jai, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Sabtu (21/9/2019).
Kedatangan, Khalawi Abdul Hamid di Desa Batujai disabut langsung oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.IP, bersama Pejabat Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah.
Kedatangan Khalawi Abdul Hamid juga disambut dengan prosesi adat Sasak oleh tokoh agama dan masyarakat serta tokoh Adat Desa Batujai.
Dalam kunjungan kerjanya itu, Khalawi Abdul Hamid memeriksa dan melihat secara langsung kualitas salah satu rumah warga yang dibangun melaui Program BSPS.
Khalawi Abdul Hamid mengatakan Program BSPS tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas rumah masyarakat.
Pada tahun 2019, Program BSPS ditargetkan dapat menjangkau 206.500 unit rumah tidak layak huni melalui dua kegiatan, yakni peningkatan kualitas rumah sebanyak 198.500 unit dan pembangunan baru 8.000 unit. Total anggaran Program Rumah Swadaya dalam APBN 2019 sebesar Rp4,28 triliun.“Hal ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak bagi MBR. Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” kata Khalawi Abdul Hamid.
Dalam pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat dengan membentuk kelompok untuk memperbaiki atau membangun rumah secara gotong royong.
Selain mengedepankan nilai gotong royong, dalam proses pembangunan rumah swadaya, Kementerian PUPR juga mendorong terwujudnya nilai kearifan lokal dalam melakukan perbaikan rumah.“Nantinya tukang yang mengerjakan juga bisa diberikan upah jika memang diperlukan. Dengan demikian mereka tidak terbebani untuk mengeluarkan biaya untuk upah kerja tukang,” ungkap Khalawi Abdul Hamid
Beberapa kriteria penerima BSPS adalah Warga Negara Indonesia yang sudah berkeluarga, memiliki atau menguasai tanah dengan alas hak yang sah, belum memiliki rumah atau memiliki dan menempati satu-satunya rumah tidak layak huni, belum pernah memperoleh dana BSPS atau bantuan pemerintah untuk program perumahan lainnya, penghasilan kurang atau sama dengan upah minimal provinsi dan bersedia berswadaya membentuk kelompok dengan penyataan tanggung renteng.
Khalawi Abdul Hamid mengapresiasi hasil pelaksanaan Program BSPS di Desa Batujai, selain sesuai dengan kualitas yang telah ditentukan, program BSPS juga tepat sasaran.” Hasilnya sesuai dengan apa yang harapan masyarakat. Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,”harapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip menjelaskan, ada 105 unit rumah di Desa Batujai yang dinbangun melalui Program BSPS.
Program BSPS kata H. Lalu Pathul merupakan salah satu program dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian PUPR yang digagas untuk meningkatkan prakarsa masyarakat berpenghasilan rendah dalam pembangunan atau peningkatan kualitas rumah.”Bantuan ini bagi warga tidak mampu, dan dampaknya  dapat menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah,” katanya.
Atas nama Pemkab Lombok Tengah dan mewakili seluruh Masyarakat Lombok Tengah, H. Lalu Pathul, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR atas perhatian dan bantuannya untuk kegiatan BSPS.”Bagi masyarakat penerima Program BSPS, bisa menjaga dan merawat rumah yang telah dibangun melalui Program BSPS,”pesannya. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan