Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kekeringan di Lombok Tengah Berstatus Siaga

Kekeringan di Lombok Tengah Berstatus Siaga
Sekda Lombok Tengah, HM. Nursiah (tengah) memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Kekeringan di ruang Rapat Utama Tastura I Kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis (11/7/2019).

SUARALOMBOKNEWS.COM – LOMBOK TENGAH | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan Status Siaga Kekeringan di 82 Desa yang tersebar di 8 Kecamatan dari 12 Kecamatan se – Lombok Tengah.
8 Kecamatan yang terdampak bencana kekeringan yakni, Kecamatan Praya Timur, Pujut, Praya Barat, Praya Barat Daya, Jonggat, Janapria dan Kecamatan Praya Tengah, dengan luas lahan persawahan yang terdampak 952,5 hektar.
Status Siaga Kekeringan itu ditetapkan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Dampak Kekeringan di Ruang Rapat Utama Tastura I Kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis (11/7/2019).
Rakor yang dihadiri para Kepala OPD Lingkup Pemkab Lombok , Forkompinda, BMKG, PT. ITDC, Dirut PDAM Lombok Tengah, PT. Angkasa Pura I Lombok Internasional Airport (LIA) dan dari Perbankan itu dibuka dan dipimpin langsung oleh Sekda Lombok Tengah HM. Nursiah.
Dalam Rakor itu, Sekda Lombok Tengah, HM. Nursiah mengatakan, puncak dari musim kemarau yang berdampak pada kekeringan diperkirakan pada Bulan Agustus 2019 mendatang.
Untuk itu Nursiah meminta seluruh pihak terkait termasuk dari BUMN dan BUMD yang ada di Lombok Tengah untuk menyusun rencana aksi penanganan bencana kekeringan dan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak bencana kekeringan.”8 dari 12 Kecamatan kondisinya Siaga, untuk itu segera disusun rencana aksi dan pendistribusian Air Bersih. Status siaga ini akan kami evaluasi sembari melihat perkembangan ke depan,”ucapnya
Dari awal bulan Juni 2019, Pemkab Lombok Tengah melalui Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Lombok Tengah telah mendistribusikan air bersih yang sumbernya dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah kepada masyarakat yang terdampak bencana kekeringan.”Ada 212 Tandon Air Bersih yang telah disiapkan, dan pendistribusian air bersih sudah mulai dari awal Bulan Juni,”ungkap Kepala BPBD Lombok Tengah, H. Muhamad
Selain BPBD, sejumlah instansi juga telah mulai mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak bencana kekeringan.”Polres Lombok Tengah, PDAM, perbankan termasuk Palang Merah Indonesia (PMI) juga sudah mulai mendistribusikan air bersih kepada Masyarakat terdampak kekeringan,”ucap H. Muhamad.
Selain mendistribusikan air bersih, upaya lain yang telah dilaksanakan untuk mengatasi persoalan kelangkaan air bersih di saat musim kemarau yakni dengan membangun Sumur Bor.”Untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih PT. ITDC telah memberikan bantuan berupa pembangunan Sumur Bor di Kecamatan Pujut,”sambung Jendral Afair PT. ITDC selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kuta Mandalika, I Gusti Lanang Brata Suta.
Sementara itu JM PT. AP I LIA, Nugroho Jati meminta kepada Pemkab Lombok Tengah dalam hal ini BPBD Lombok Tengah untuk menyiapkan data wilayah yang terkena dampak kekeringan.”Sehingga kami dapat mengetahui wilayah yang terdampak untuk diberikan bantuan air bersih,”tuturnya.
Dari prakiraan BMKG, puncak musim kemarau di Lombok Tengah akan terjadi pada Bulan Agustus 2019 mendatang.”Untuk itu kami mengimbau masyarakat tetap waspada,”ujar Katriani Kartika, perwakilan dari BMKG Mataram.
Dalam Rakor itu juga di putuskan untuk didirikan Posko Terpadu penanganan bencana kekeringan. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan