Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kapal Bantuan Dari Kementerian Kelautan Hangus Terbakar

Kapal Bantuan Dari Kementerian Kelautan Hangus Terbakar

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Bangkai Kapal bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Tahun 2012 yang disandarkan di Pinggir Pantai Kuta, tepatnya di Kampung Nelayan, Dusun Kuta III, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah Terbakar, Selasa, (23/10/2018).
Kapal yang diserahkan oleh KKP RI melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah kepada Kelompok Nelayan setempat pada Tahun 2012 lalu itu Terbakar sekitar Pukul 19.30 Wita.
Terbakarnya Kapal yang anggaran pengadaanya bersumber dari APBN Tahun 2012 itu dibernarkan Kapolsek Kuta, AKP. Saogi Angsar.
Menurut  AKP. Saogi, Kobaran api yang melalap Bangkai Kapal bantuan dari KKP itu berhasil dipadamkan sekitar Pukul 20.30 Wita oleh petugas Damkar BPBD Lombok Tengah dibantu Polisi dan warga sekitar TKP.”Setelah berkoordinasi dengan Dankar BPBD Lombok Tengah, sekitar Pukul 20.30 Wita Apil berhasil dipadamkan. Tindakan Kepolisian, Cek TKP, mengumpulkan keterangan saksi yang ada di TKP,” uangkap AKP. Saogi.
Dari tahun 2014 kata AKP. Saogi, Kapal Bantuan dari KKP RI itu tidak bisa dioprasikan, karena mengalami kebocoran pada bagian lambung kapal.
Kapal itu pun oleh Nelayan setempat ditarik ke daratan atau kepinggir Pantai Kuta.”Sejak kapal tersebut ditarik kedaratan, banyak warga lokal/wisatawan asing yang naik dan duduk diatas geladak kapal untuk menikmati pemandangan pantai Kuta,” ujar AKP. Saogi.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran Kapal Bantuan dari KKP tersebut, namun kerugian  diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Terbakarnya Kapal Bantuan dari KKP RI Tahun 2012 itu juga dibenarkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah, Ir. Muhammad Kamrin.”Kapal itu bantuan dari Dinas yang sumber anggarannya dari APBN Th. 2012  yang sudah diserahkan/dihibahkan  ke Kelompok sebagai pengelola. Tapi kondisi kapal sudah lama tidak dioperasikan karena mengalami kerusakan,” ujarnya. [ slNews.com – rul].

No Responses

Tinggalkan Balasan