Kades Bujak dan Keluarnyanya Diserang DBD

Kades Bujak dan Keluarnyanya Diserang DBD
Ilustrasi Nyamuk Deman Berdarah Dengue (DBD)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | 44 Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan di wilayah pelayanan Puskemas Mantang, Kecamatan Batukliang , Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) per bulan Maret 2020.
Dari 44 kasus DBD tersebut, 13 dinyaakan Positif BDB dan sisanya suspect DBD. Dan tiga dari 13 orang Positif DBD merupakan Kepala Desa (Kades) Bujak, Kecamatan Batukliang, H. Masrihin Haliadi dan anak sudara dari Kades Bujak, Hilman Yakni serta kakak dari Kades Bujak, H. Aswan.”Yang terdiagnosa di Puskesmas ada 13 yang Positif DBD, 21 Suspeck DBD dan 10 warga Suspeck DBD yang informasinya kami terima dari masyarakat dan masih menjalani Perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Yatofa dan di RSUD Praya. Dari 13 yang Positif DBD itu termasuk Pak Kades Bujak, Anak Saudara dan Kakak dari Pak Kades Bujak,”ungkap Penanggungjawab Tim Saripati Kurma (Satuan Reaksi Terintegrasi Kerukunan Keluarga Besar Puskesmas Mantang), Purnawarman, Kamis (19/03/2020).
Saat ini kata, Purnawarman, Kades Bujak dan keluarga telah sehat dan telah melaksanakan aktivitas seperti biasa.
Dari hasil Peninjauan Lapangan (PL) lanjut Purnawarman, ditemukan ratusan jentik Nyamuk Aedes Aegypti atau Nyamuk Demam Berdarah di Bak Kamar Mandi Kades Bujak.”Setelah kami melaksanakan PL ditemukan ratusan jentik Nyamuk Demam Berdara di Bak Kamar Mandi Pak Kades, dan rumah Pak Kades dengan anak saudara dan kakaknya itu berdekatan. Dan Kami bersama masyarakat telah melaksanakan Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN) di Desa Bujak, kami juga telah mengusulkan untuk dilaksanakan Fogging,”ucapnya
44 warga yang Positif dan Suspeck DBD itu tersebar di lima Desa yang menjadi wilayah Pelayanan Puskesmas Mantang yakni, Desa Bujak, Barabali, Mantang, Presak dan Desa Tampak Siring, dengan rata – rata usia yang Positif dan Suspeck DBD mulai dari usi 4 Tahun hingga 70 Tahun.”Sampai dengan saat ini tidak ada yang meninggal dunia, dan sebagian besar juga sudah sehat,”kata Purnawarman
Sebagai langkah pencegahan, penanganan dan pelaporan Kasus DBD, Puskesmas Mantang akan mengumpulkan seluruh Kades beserta Kepala Dusun (kadus) tiga bulan sebelum datang musim hujan untuk diberikan sosialisasi cara pencegahan dan penanganan DBD.”Kedepan program kami tiga bulan sebelum musim hujan, seluruh Kades dan Kadus kami kumpulkan untuk diberikan Sosialisasi dan pelatihan tentang penanganan, pencegahan dan pelaporan DBD, sehingga angka kasus DBD setiap tahun bisa kita tekan,”tutur Purnawarman
Untuk itu Purnawarman menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan masing – masing yakni dengan cara menguras, menutup dan menimbun untuk membasmi sarangan nyamuk.”Yang perlu dilakukan sebelum Fogging yakni PSN, karena tanpa PSN, Fogging tidak ada artinya, dan tidak bisa membunuh jentik nyamuk,”pungkasnya. [slNEWS – erwin]

No Responses

Tinggalkan Balasan