Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jelang Ramadhan, 3 Pasangan Mesum di Lombok Tengah Diamankan Sat Pol PP

Jelang Ramadhan, 3 Pasangan Mesum di Lombok Tengah Diamankan Sat Pol PP
PPNS pada Sat Pol PP Lombok Tengah, NTB memeriksa pasangan Mesum yang terjaring Razia menjelang Ramadhan, Selasa (30/4/2019)

SUARALOMBOKNews – Lombok Tengah | Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerjasama dengan Polres Lombok Tengah melakukan Razia Penyakit Masyarakat (Pekat) dengan sasaran Pasangan Mesum di tempat penginapan dan Kos – kosan yang ada di wilayah Kecamatan Praya dan Praya Barat, Lombok Tengah, Selasa malam (30/4/2019).
Hasilnya, Sat Pol PP dan Polisi berhasil menemukan 3 pasangan diluar nikah melakukan Mesum di Hotel atau tempat penginapan dan di Kos – kosan yang ada di wilayah Kecamatan praya dan Praya Barat.”Dari 4 lokasi penyisiran di Kos – kosan, dan Hotel, ditemukan 3 pasangan bukan suami istri yang melakukan pelanggaran Tertib Sosial Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum). Ketiga pasangan tersebut berinisial R dan MZ, NH dan HP, serta SH dan SUR,” kata Kasat Pol PP Lombok Tengah, H. Lalu Aknal Afandi melalui sambungan Handphone, Kamis (2/5/2019).
Ketiga Pasangan mesum itu sempat diamankan di Sat Pol PP Lombok Tengah, dan dari hasil pemeriksan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Sat Pol PP Lombok Tengah, ketiga pasangan mesum itu mengakui perbuatnnya. Ketiga pasangan mesum itu juga mengakui perbuatan yang dilakukannya itu atas dasar suka sama suka.”Setelah dilakukan pemeriksaan oleh PPNS Satpol PP, mereka (Pasangan Mesum) mengakui kesalahannya, dan melakukan hal tersebut dikarenakan perasaan suka sama suka, tidak ada paksaan ataupun karena dorongan materi,”ungkap Lalu Aknal
Setelah diperiksa dan didata, ketiga pasangan Mesum itu, kata Lalu Aknal, dikembalikan kepada orang tua mereka masing – masing untuk dibina.”Setelah dilakukan pemeriksaan dan pembinaan, mereka kita diserahkan kepada keluarga masing-masing. Untuk penyelesaian lebih lanjut terkait dengan perbuatan ketiga pasangan mesum itu, diserahkan kepada kesepakatan keluarga kedua belah pihak,”ucapnya.
Menurut Lalu Aknal, selain untuk menegakkan Perda Lombok Tengah Nomor 6 Tahun 2012 tentang Trantibum, Razia Pekat itu dilaksanakan untuk mewujudkan Trantibum menjelang dan selama Bulan Suci Ramadhan 2019 di wilayah Lombok Tengah.” Kegiatan ini dalam rangka menciptakan Trantibum menjelang dan selama Bulan Suci Ramadhan 2019,”ujarnya. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan