Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jelang Pemilu 2019, PC PMII se – NTB Gelar Deklarasi Tolak Hoax

Jelang Pemilu 2019, PC PMII se – NTB Gelar Deklarasi Tolak Hoax

SUARALOMBOKNEWS.COM – Mataram | Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang berasal dari Provinsi NTB dan Provinsi Bali (Bali-Nusra) bersama seluruh Pengurus Cabang PMII diseluruh NTB melakukan deklarasi tolak hoax, ujaran kebencian dan mendukung pelaksanaan Pemilihan Umum  (Pemilu) yang damai tahun 2019 mendatang.
Deklarasi digelar di Mataram, Kamis (15/11) kemarin yang diikuti oleh para Kader PMII Bali Nusra.
Ketua PKC PMII Bali-Nusra, Aziz Muslim mengatakan, Mahasiswa di NTB dan segenap Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada agar menjaga jiwa solidaritas, kesatuan dan kesatuan bangsa untuk mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 mendatang sehingga dapat suksesnya Pemilu yan aman damai dan sejuk.”Mahasiswa harus bisa menjadi Garda terdepan menciptakan Pemilu yang damai dan memerangi hoax,”ungkapnya.
Saat ini menjelang pelaksanaan pemilihan umum, banyak sekali bertebaran informasi yang tidak sehat, informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan informasi yang tidak jelasn sumbernya dari mana, informasi tersebut memang sengaja diciptakan oleh orang-orang yang ingin melihat negara ini gaduh, sehingga mereka bisa mendapatkan manfaat dari kegaduhan dari bangsa Indonesia. Belum lagi munculnya ujaran-ujaran kebencian yang semakin banyak di media sosial, hal ini oleh biaya pemuda, para mahasiswa muslim Indonesia yang ada di NTB Bali Nusra harus bisa melawannya, dengan cara memberikan dan menyajikan informasi yang akurat, informasi yang sehat dan bermanfaat kepada masyarakat NTB. ” Sebagai mahasiswa pergerakan kita harus mampu menyajikan informasi yang sehat untuk masyarakat terutama di Bali Nusra,” tegas Aziz Muslim.
Aziz berharap, semua mahasiswa menempatkan diri pada posisi tepat sebagai agen perubahan ditengah masyarakat, dengan bersama bergerak  melawan segala bentuk informasi hoax dan ujaran kebencian yang banyak beredar ditengah masyarakat apalagi menjelang pelaksanaan pemilihan presiden dan pemilihan legislatif 2019 nanti.” Mari kita menjadi pelopor terciptanya pemilu yang damai,” pungkasnya. [slNews.com – lu].

No Responses

Tinggalkan Balasan