Jambatan Tandak Andak Yang Roboh Terbengkalai, Masyarakat dan Wisatawan Menjerit

Jambatan Tandak Andak Yang Roboh Terbengkalai, Masyarakat dan Wisatawan Menjerit
Sejumlah pengendara dan masyarakat saat melintas di sisa - sisa reruntuhan Jambatan Tandak - andak di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara yang roboh pada bulan Maret 2019 lalu, Kamis (13/6/2019).

SUARALOMBOKNEWS.COM – LOMBOK TENGAH | Kondisi Jambatan Tandak – andak yang terletak di ruas jalan raya Aik Berik, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang roboh tergerus air pada Bulan Maret 2019 lalu, kondisinya sampai dengan saat ini terbengkalai dan tidak terlihat ada upaya dari Pemkab Lombok Tengah untuk memperbaiki dan membangun Ulang Jembatan yang menjadi akses utama menuju Kawasan Pariwisata Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kembau tersebut.”Sudah sering kami sampaikan ke Dinas PUPR, namun sudah empat bulan Jembatan belum juga dibangun ulang,”keluh Kasi Pemerintahan Pemdes Aik Berik, Supangkat, Kamis (13/6/2019).
Pasca robohnya Jembatan utama di Desa Aik Berik pada Bulan Maret lalu, kata Supangkat, aktivitas masyarakat Desa Aik Berik terganggu. Selain itu banyak Wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan Pariwisata Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu memilih untuk kembali.”Masyarakat di 8 Dusun tidak bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya. Aktivitas pendidikan dan perekonomian juga terganggu. Anak – anak dari 8 Dusun harus berangkat pagi ke sekolah, karena harus melalui jalan alternatif yang rutenya cukup jauh dan kondisinya berlubang dan becek. Masyarakat juga harus mengeluarkan biaya lebih untuk mengangkut hasil perkebunan dan pertanian. Dan banyak wisatawan yang akan menuju Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu memilih untuk kembali, karena tidak sanggup melintasi jalan alternatif. Dampaknya kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri ke Air Terjun mengalami penurunan yang sangat Signifikan,”katanya
Supangkat mengaku, Pemdes Aik Berik bersama masyarakat telah berulang kali menyampaikan kepada Pemda Lombok Tengah untuk segera membangun ulang Jambatan utama di Desa Aik Berik tersebut. Namun sampai dengan saat ini, tidak terlihat ada upaya nyata dari Pemda Lombok Tengah untuk membangun Jambatan yang berada di perbatasan Dusun Aik Berik Barat dengan Dusun Gunung Jae tersebut.”Sudah berulang kali kami memohon ke Pemda, tapi sudah 4 bulan, tidak ada tindak lanjutnya. Kami tidak tahu alasannya, apakah Pemda tidak mampu membangun ulang Jambatan atau tidak mau membangun Jembatan tandak – andak,”ungkapnya
Masyarakat meminta kepada Pemda Lombok Tengah untuk segera membangun ulang Jambatan Tandak – andak yang roboh tersebut. Mengingat Jambatan tersebut merupakan akses utama masyarakat Desa Aik Berik dan akses utama menuju kawasan Pariwisata Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu.”Jangan sampai ada korban jiwa. Kemarin ada pengendara yang jatuh saat melintasi Jambatan darurat yang dibangun masyarakat secara swadaya. Pemdes dan masyarakat juga bergotong royong menimbun jalan alternatif menuju ke 8 Dusun dan ke Air Terjun. Untuk itu kami memohon kepada Pemda Lombok Tengah untuk segera membangun ulang Jabatan Tandak – andak,”pintanya
Pantauan SuaraLombokNews.com, Sabtu (15/6/2019), sejumlah wisatawan yang akan menuju kawasan Pariwisata Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu memilih untuk kembali, dan sejumlah pengendara roda dua harus ekstra hati – hati melintasi Jembatan darurat, bahkan sebagian pengendara memilih untuk kembali dan melintasi Jambatan sementara dengan berjalan kaki sembari berlari.”Wisatawan juga harus mengeluarkan biaya tambahan kalau mau menuju kawasan Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu,”ujar tokoh Masyarakat Desa Aik Berik H. Abdul Kadir. [SLNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan