Jaksa Janji, Awal Tahun 2019 Mantan Kades Pengembur di Kerangkeng

Jaksa Janji, Awal Tahun 2019 Mantan Kades Pengembur di Kerangkeng

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Mantan Kepala Desa (Kades) Pengembur, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah berinisial SY kembali diperiksa Jaksa pada Kejaksaan Negeri Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai Tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Pengembur Tahun 2017 senilai Rp. 800 juta lebih, Rabu, (26/12/2018)
Selain memeriksa Tersangka SY, Jaksa juga memeriksa dua orang saksi meringankan dari 5 orang saksi yang diajukan oleh Tersangka.” Tadi (Rabu, 26/12) kami memeriksa saksi yang meringankan dari pihak tersangka. Ada dua orang yang di BAP dari lima orang yang diajukan Tersangka,” terang Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi) Pidsus pada Kejaksaan Negeri Praya, Lombok Tengah, Agung K Wicaksono, Rabu,(26/12/2018)
Meskipun telah ditetapkan sebagai Tersangka kasus dugaan Korupsi ADD dan DD Pengembur, namun SY sampai dengan saat ini belum ditahan oleh Jaksa, karena pertimbangan ada etikad baik dari SY untuk mengembalikan kerugian negara. Selain itu Jaksa juga sampai dengan saat ini masih merampungkan berkas pemeriksaan terhadap tersangka SY.”Penahanan akan dilakukan saat pemberkasan sudah selesai,” kata Agung.
Jaksa berjanji, pada awal tahun 2019 mendatang, berkas pemeriksaan tersangka SY telah rampung dan akan langsung melakukan penahanan terhadap tersangka SY.”Awal tahun ya,” janji Agung.
Sebelumnya, Agung menegaskan, meskipun mantan Kades Pengembur telah mengembalikan kerugian negara, tidak menghentikan proses dugaan kasus Korupsi ADD dan DD yang kini dalam proses penyusunan berkas berita acara penuntutan.”Pengembalian kerugian Negara itu tidak bisa menghentikan proses tindak pidana Korupsi. Fokus kita juga bagaimana kerugian negara itu bisa dikembalikan, jadi tidak hannya mempenjarakan orang saja, tetapi kita juga berhasil mengembalikan kerugian Negara, sehingga kerugian negara itu bisa kita serahkan kembali ke Kas Desa untuk dimanfaatkan. Dan pengembalian kerugian Negara itu nantinya akan kita sita dan dijadikan alat Bukti,” ujarnya.
Penetapan tersangka terhadap mantan Kades Pengembur berinisial SY itu, setelah Jaksa melakukan pemeriksaan terhadap 32 orang saksi. Dan dari hasil pemeriksaan itu Jaksa menemukan sejumlah Proyek Piktif, yakni Proyek pembangunan Gedung Posyandu, Jalan dan Jembatan yang sumber Anggarannya dari DD Pengembur
Timbulnya nilai kerugian negara yang mencapai Rp. 8.186 juta itu berdasarkan Laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). [slNews.com – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan