Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Ini Pernyataan KNPI Lombok Tengah Terkait Potensi Gempa 8,5 Magnitudo di Lombok Selatan

Ini Pernyataan KNPI Lombok Tengah Terkait Potensi Gempa 8,5 Magnitudo di Lombok Selatan
Sekjen DPD KNPI Kabupaten Lombok Tengah Adi Bagus Karya Putra

SUARALOMBOKNEWS.COM – LOMBOK TENGAH | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyayangkan pernyataan Kepala Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram Agus Riyanto yang dimuat di sejumlah media Lokal dan Nasional bahwa wilayah Lombok Selatan menyimpan potensi gempa megatrust berkekuatan 8,5 magnitudo dan gelombang tsunami hingga 20 meter.” Hal – hal seperti itu tidak seharusnya dibuka ke Publik, terlebih lagi masyarakat Pulau Lombok khususnya dan NTB pada umumnya masih merasa trauma dan sedang berusaha bangkit dari Musibah Gempa Bumi yang terjadi pada Tahun 2018 lalu. Dan Semestinya hal – hal seperti itu dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten sebelum di buka ke Publik,”ungkap Sekjen DPD KNPI Lombok Tengah, Adi Bagus Karya Putra, Jumat (05/7/2019).

Menurut Anggota DPRD Lombok Tengah terpilih hasil Pileg 2019 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pujut – Praya Timur itu, BMKG semestinya mengemas dengan baik hasil penelitian terkait dengan potensi Gempa tersebut dengan bijak, sehingga tidak menimbulkan keresahan, kecemasan dan kepanikan ditengah – tengah masyarakat Lombok, terlebih lagi pokus pembangunan Provinsi NTB, khususnya Lombok Tengah yakni dibidang Pariwisata.” Pariwisata di NTB belum pulih seratus persen, sekarang ditakut – takuti lagi dengan Potensi Gempa. Dampak dari informasi itu masyarakat dalam maupun luar negeri jadi  was – was datang berkunjung ke Lombok,”ucap Adi Bagus Karya Putra

Pemuda yang akrab disapa Bajang Bagus itu mengatakan, di bagian selatan wilayah Lombok Tengah, tepatnya di Kecamatan Pujut tengah berlangsung pembangunan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kuta Mandalika yang menjadi skala prioritas pembangunan Nasional, dan di KEK Kuta Mandalika itu juga sedang berlangsung penatan Pembangunan Sirkuit Moto GP.”NTB, khususnya Lombok Tengah saat ini menjadi sorotan dunia Internasional khususnya di Bidang Pariwisata, dan pada Tahun 2021 akan diselenggarakan Moto GP di KEK Kuta Mandalika, yang kami kawatirkan jangan sampai informasi yang di buka ke Publik itu diplintir – plitir oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menjatuhkan Pariwisata di NTB,”kata Bajang Bagus

Semestinya, lanjut Politisi Partai Demokrat Lombok Tengah itu, BMKG menjadikan hasil penelitian tersebut  untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan Mitigasi Bencana  sehingga menjadikan masyarakat NTB umumnya dan khususnya masyarakat Lombok Tengah yang tangguh dan mantap terhadap bencana.” Hannya Allah SWT yang tahu kapan dan dimana bencana itu akan terjadi. Jadi mari kita sama – sama berdo’a, berpikir, mendukung dan mensukseskan pembangunan yang sedang berlangsung saat ini, demi kesejahteraan Masyarakat. Untuk itu BMKG maupun pihak – pihak terkait bisa membungkus suatu informasi dengan bijak, untuk dijadikan dasar memberikan pemahaman dan melatih Masyarakat Tangguh terhadap Bencana.”ucap Bajang Bagus

Bajang Bagus juga mengimbau kepada masyarakat untuk bijak, cermat dan memahami isi informasi terkait dengan Potensi Gempa di bagian selatan Lombok tersebut dan tidak mudah terhasut dan percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumber atau asal usulnya.” Masyarakat jangan termakan berita bohong. Untuk  itu masyarakat tetap tenang, cermati dan pahami maksud Informasi dari berita itu, jangan sampai informasi itu dikembangkan macem – macem oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,”imbaunya.

Sebelumnya, Kepala BMKG Mataram Agus Riyanto mengatakan dari hasil simulasi dan pemodelan tsunami (Tsunami Modeling), wilayah Lombok Selatan menyimpan potensi gempa megatrust berkekuatan 8,5 magnitudo dan gelombang tsunami hingga 20 meter. Namun, gempa sebesar itu sesungguhnya tidak hanya berpotensi terjadi di Lombok bagian selatan tapi bisa terjadi di wilayah selatan Indonesia mulai NTT, Bali, Jawa hingga Sumatera.”Tapi, kapan waktunya tidak ada yang tahu bahkan teknologi secanggih apapun tidak bisa memprediksi dan mengetahui kapan akan terjadi gempa itu,” ujarnya di sela-sela seminar manajemen kebencanaan yang dilaksakan di Universitas Nahdatul Ulama (NU) NTB yang juga dihadiri pakar geologi dan kegempaan dari Universitas Brigham Young, Utah, Amerika Serikat, Prof Ron Harris, pada Kamis (4/7/2019)
Menurut Agus, jika merujuk pada sejarah dan hasil penelitian gempa besar pernah terjadi di perairan selatan, khususnya Lombok pernah terjadi pada  500-1000 tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dari jejak pasir sisa tsunami yang tertinggal.”Sekarang belum ada aktivitas lagi, kalau pun ada kita harap gempanya kecil-kecil dan intensitasnya banyak, sehingga terlepas. Tapi kalau diam  terlalu lama itu artinya sedang mengumpulkan energi dan ini yang tidak kita harapkan. Karena sifatnya di selatan itu seperti itu, hampir sama dengan selatan Bali, Jawa hingga Sumatera bisa ratusan tahun seperti yang terjadi di Aceh.itu ratusan tahun terulang kembali pada tahun 2004 gempa besar dan tsunami,” kata Agus Riyanto.
Pernyataan BMKG itu juga diamini pakar geologi dan kegempaan Prof. Ron Harris. Bahkan, dirinya memperkirakan potensi gempa di selatan Indonesia bisa sampai 9 magnitudo. Meski ada potensi gempa besar, namun berdasarkan data sejarah belum pernah lagi terjadi gempa besar di lempeng Indo-Australia. Tapi secara teknis dari hasil riset pergerakan naik lempeng bumi mencapai 7 cm pertahun dan lempeng Indo-Australia saat ini diperkirakan ada pada ketinggian 35 meter lebih.
Ron Harris, mengatakan tidak ada yang bisa memastikan gempa Megathrust,akan terjadi. Terpenting, harus dimulai dari sekarang bagaimana membangun kesadaran mitigasi bencana oleh masyarakat di daerah rawan bencana bisa terus ditingkatkan. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan