Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Ini Kesaksian Pendaki Gunung Renjani Rute Lombok Tengah Yang Selamat Dari Gempa 6, 4 SR

Ini Kesaksian Pendaki Gunung Renjani Rute Lombok Tengah Yang Selamat Dari Gempa 6, 4 SR

SUARALOMBOKNEWS.COM – LOMBOK TENGAH | Muharis,  warga Desa Aik Berik,  Kecamatan Batukliang Utara,  Lombok Tengah,  Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),  akhirnya bisa pulang dengan selamat bersama 4 orang rekanannya,  setelah terjebak selama sehari semalam di Danau Segare Anak,  Gunung Renjani, akibat Gempa 6, 4 SR yang terjadi pada Minggu pagi (29/7/2018).
Muharis bersama 4 orang temannnya tiba di rumahnya di Desa Aik Berik pada,  Senin sore (30/7/2018),  setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 7 jam dari Danau Segare Anak Gunung Renjani menuju Air Terjun Benang Stokel,  Desa Aik Berik melalui rute pendakian Aik Berik.” Tadi Pagi kami Berangkat pulang dari Danau Segarek Anak,  dan sore ini kami sampai rumah,”kata Muharis kepada www.suaralomboknews.com,  Senin (30/7/2018).
Muharis bersama 4 orang rekannya berangkat mendaki ke Gunung Renjani melalui rute pendakian Aik Berik pada hari Jumat siang (27/7/2018),  dan tiba di Danau Segare Anak pada hari Sabtu siang (28/7/2018), setelah sebelumnya menginap di Pos Dua.
Pada saat Gempa 6, 4 SR yang terjadi pada Minggu pagi (29/7/2018),  Muharis bersama 4 orang rekanannya berada di Danau Segare Anak.” Saat Gempa kami ada di Danau Segare Anak. Gempanya sangat besar sekali,  Debu seperti asap pekat bertebaran di sekeliling Danau dan suara gemuruh dari longsoran tebing, seperti suara Bom, ” cerita Muharis sembari menunjukan Rekaman Video Gempa yang terjadi di Danau Segare Anak, yang ada di Hanphonenya.
Dalam keadaan panik dan ketakutan,  Muharis melihat longsoran material Gunung di rute pendakian Timbe Nuh,  Sembalun Lombok Timur dan jalur pendakian Senaru, Lombok Utara.
Saat longsor terjadi dijalur pendakian itu,  Muharis melihat tenta – tenda pendaki yang tersapu material Longsor.”Dijalur pendakian Timbenuh letaknya disebalah selatan Timur Gunung Baru Jari,  ada tenda – tenda yang tertutup material Longsor,  saat longsor terjadi ada suara orang minta tolong. Setelah longsor terjadi tenda tenda dan suara orang minta tolong itu hilang. Pada malam minggu jalur pendakian Senaru terlihat ramai,  tapi saya tidak tahu apakah pendaki itu nginap di pos atau sudah turun ke Danau,”ungkap Muharis
Selama sehari semalam di Danau Segare Anak,  lanjut    Muharis,  terjadi 4 kali Gempa Besar. Pada malam sebelum terjadi Gempa 6, 4 SR,  Muhlis merasakan getaran kecil dan suara gemuruh dari longsor material Gunung.”Malam minggu itu sudah ada tanda – tanda,  terasa ada getaran kecil dan suara Longsor. Hari minggu itu terjadi 4 kali Gempa Besar,  Gempa Paling besar terjadi pada hari minggu pagi sekitar jam 7.30. Kalau gempa kecil terjadi berkali kali sampai kami pulang,” katanya.
Akibat Gempa 6, 4 SR itu,  Pelawangan Batu Belah jalur Aik Berik dan Lantan mengalami retak retak dengan diameter yang cukup besar.”Jalur air berik,  dari pelangwangan Batu Belah ke Danau Segare Anak,  tidak terjadi longsor besar,  hannya saja permukaan tanah di Pelawangan Batu Belah retak retak lebarnya sebesar badan orang dewasa.  Dari pelawangan Batu Belah sampai di Aik Berik jalurnya aman aman saja,” ujar Muharis.
Meskipun Pendakian ke Gunung Renjani dinyatakan telah ditutup sementara oleh TNGR akibat Gempa 6, 4 SR itu,  namun tidak ada satu pun petugas TNGR yang memberikan imbauan di rute Pendakian Aik Berik dan Lantan.”Tidak ada  imbauan dari TNGR. Karena ada Gempa masyarakat berinisiatip sendiri untuk melarang pendaki naik ke Gunung Renjani melalui Rute Aik Berik dan Lantan,” sambung H. Abdul Kadir,  tokoh masyarakat Desa Aik Berik.
Mendengar cerita dari Muhlis dan 4 orang Rekannya,  H. Kadir meminta kepada Tim SAR untuk melakukan penyisiran di seluruh rute pendakian Gujung Renjani,  untuk memastikan ada dan tidaknya pendaki yang terjebak material Longsor.”Mendengar cerita Muhlis,  kemungkinan ada pendaki yang tidak terdeteksi Tim SAR,  untuk itu saya mohon kepada Tim SAR untuk melakukan penyisiran,  terlebih lagi banyak rute – rute pendakian baru yang dibuka secara tidak resmi oleh masyarakat, ” pinta H. Kadir.
Akibat Gempa 6, 4 SR itu,  ratusan Pendaki terjebak material longsor,  dan satu pendaki asal Makasar dinyatakan tewas tertimpa material Longsor.
Saat ini,  Tim Evakuasi Gabungan yang terdiri dari TIm SAR TNI/Polri dan Kopasus tengah melakukan evakuasi terhadap pendaki yang terjebak material Longsor di Gunung Renjani.
Akibat Gempa 6, 4 SR itu,  15 warga meninggal dunia,  puluhan luka berat,  sedang,  dan ringan,  seribu lebih rumah warga rusak di Kecamatan Sabelie,  Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur dan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara yang terkena dampak parah Gempa 6, 4 SR. [slNews.com – rul].

No Responses

Tinggalkan Balasan