Ini Alasan Kepala SMPN 5 Batukliang Pecat 8 Orang GTT

Ini Alasan Kepala SMPN 5 Batukliang Pecat 8 Orang GTT
Kepala SMP Negeri 5 Batukliang, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, H. Zaenudin

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Delapan orang Guru Tidak Tetap (GTT) dipecat oleh Kepala SMP Negeri 5 Batukliag di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, H. Zaenudin.
Ditemui suaralomboknews.com, Rabu (13/11/2019) di ruang kerjanya, Kepala SMPN 5 Batukliang, H. Zaenudin menjelaskan, 8 orang GTT tersebut bukan dipecat melainkan di istirahatkan untuk sementara, dan pemberhentian 8 orang GTT tersebut juga atas persetujuan Komite SMPN 5 Batukliang.”Jadi mereka (8 orang GTT bukan diberhentikan, melainkan di istirahatkan untuk sementara, nanti kalau ada penambahan siswa bisa ditarik kembali. Dan keputusan untuk mengistirahatkan sementara 8 orang GTT itu diambil melalui Musyawarah dan Mufakat antara sekolah, Komite Sekolah bersama teman – teman guru termasuk 8 orang GTT tersebut,”katanya
H. Zaenudin juga menjelaskan, 8 orang GTT tersebut di Istirahatkan karena SMP Negeri 5 Batukliang mendapat tambahan 3 orang Guru PNS, dan adanya perubahan Kurikulum 2016 ke Kurikulum 13 (K13) yang menyebabkan beberapa mata pelajaran yang hilang.” Jadi secara Otomatis tidak ada yang bisa dikerjakan oleh 8 orang GTT itu, ditambah lagi dengan pengurangan Rombongan Belajar (Rombel) dari 10 menjadi 7 Rombel karena adanya sistem Zonasi,”jelasnya
H. Zaenudin mengungkapkan, sebelum di angkat menjadi GTT, 8 orang GTT yang di Istirahatkan untuk sementara itu telah menandatangani surat pernyataan atau Fakta Integritas yang di tandatangani diatas Matrai enam ribu rupiah.”Isinya ketika ada guru PNS yang masuk, mereka siap mengundurkan diri. Dan persoalan itu semuanya sudah dijelaskan langsung oleh Komite Sekolah, tidak ada jam mengajar yang bisa dibagi,” ungkapnya.
Saat ini lanjut H. Zaenudin, SMP Negeri 5 Batukliang memiliki 15 orang Guru PNS, 9 orang GTT dan 7 orang Pegawai Tata Usaha Honorer.”Jadi total Guru GTT dan Staf TU Honorer saat ini ada 19 orang,”ujarnya. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan