Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Ini Alasan Jalan Raya Diatas Lahan Milik TNI – AD di Lombok Tengah Tak Berani Diaspal

Ini Alasan Jalan Raya Diatas Lahan Milik TNI – AD di Lombok Tengah Tak Berani Diaspal

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Pengerjaan jalan raya jalur dua Perempatan Pos Polisi Kota Praya –  Taman Biao, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh Kontraktor Pemenang Tender telah selesai dikerjakan. Namun kondisi ruas jalan jalur dua itu belum sempurna 100 persen. Pasalnya sampai dengan berakhirnya masa Kontrak pengerjaan ruas jalan jalur dua sepanjang kurang lebih 1,5 kilo meter dengan lebar 20 meter itu, TNI – AD selaku pemilik aset lahan yang berada di depan simpang tiga  SDN 22 Praya atau di depan Komplek Rumah Dinas Kodim 1620/Lombok Tengah, belum mau melepas status lahan tersebut kepada Pemda Lombok Tengah, selaku pihak yang bertanggungjawab untuk pembebasan lahan pembangunan jalan jalur dua Pos Polisi Praya – Taman Biao.
Akibatnya, kondisi ruas jalan jalur dua yang telah selesai dikerjakan itu nampak seperti jalan putus. Para pengguna jalan raya pun merasa terganggu terhadap kondisi ruas jalan jalur dua yang ada di depan Komplek Rumah Dinas Kodim 1620/Lombok Tengah tersebut.
Terhadap persoalan lahan aset TNI – AD itu, Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah, Letkol CZI Prastiwanto, pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Lombok Tengah.
Letkol CZI Prastiwanto mengaku, dirinya selaku Dandim 1620/Lombok Tengah tidak bisa mengambil kebijakan terkait dengan penyelesaian lahan aset TNI – AD tersebut, karena lahan itu tidak tercatat sebagai aset Kodim 1620/Lombok Tengah, melainkan telah masuk kedalam Aplikasi SIMAK Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Pertahanan RI.
Letkol CZI Prastiwanto juga mengaku, di hari pertama menjabat sebagai Dandim 1620/Lombok Tengah pada akhir Tahun 2018 lalu, dirinya langsung diperintahkan oleh Danrem 162/WB untuk menyelesaikan persoalan lahan aset TNI – AD di Komplek Rumah Dinas Kodim 1620/Lombok Tengah tersebut.
Letkol CZI Prastiwanto menyebutkan, terjadi miskomunikasi antara Pemda Lombok Tengah dengan Kodim 1620/Lombok Tengah terkait dengan penyelesaian lahan aset TNI-AD tersebut.”Ada miskomunikasi antara Pemda dengan Kodim waktu itu sehingga tidak jalan, dan saya langsung urus ke Asisten Logistik (Aslog) Kodam. Kemudian keluarlah surat tugas sebagai Ketua Tim Pencela dan sudah melakukan koordinasi kembali dengan Pemda sampai survey lokasi hibah Pemda ke TNI – AD,” ungkap Letkol CZI Prastiwanto, usai mengikuti Senam Jumat dan pengukuhan anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Tengah bersama jajaran Pemda Lombok Tengah di Bencingah Adiguna Alun – alun Tastura, Praya, Lombok Tengah, Jumat (4/1/2019).
Saat ini kata Letkol CZI Prastiwanto, persoalan lahan aset TNI – AD itu tengah dalam proses, dan seluruh lampiran yang berkaitan dengan lahan tersebut telah diserahkan ke Korem 162/WB.”Sekarang sedang dalam proses, dimana semua lampiran dilaporkan ke Korem. Persoalan tanah harus ada MOU antara Pemda dengan Korem bukan dengan Kodim, sementara untuk arsip aset TNI AD bukan di Kodim melainkan di Detasemen Zeni Bangunan,” ucapnya.
Saat ini Kodim 1620/Lombok Tengah dan Pemda Lombok Tengah masih menunggu hasil dari Tim Pencela Korem, Kodam dan Mabes TNI terkait dengan hasil penyelesaian persoalan lahan tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri mengatakan, Pemda Lombok Tengah telah menyiapkan tanah sebagai pengganti dari lahan TNI yang terkena pembangunan jalan jalur dua tersebut.”Tanah sudah kami siapakan, dan SK hibah sudah siap. Semoga persoalan ini cepat diselesaikan,”ujarnya.

Penulis   : rul
Editor      : Lalu Khaerul Amjar
Sumber  : SuaraLombokNews.com

No Responses

Tinggalkan Balasan