IDI Lombok Tengah Rilis Pesan Kewaspadaan Penyebaran Covid-19

IDI Lombok Tengah Rilis Pesan Kewaspadaan Penyebaran Covid-19
Ketua IDI Cabang Lombok Tengah, NTB, dr Mamang Bagiansah, SpPD

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Ketua Cabang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dr Mamang Bagiansah, SpPD menyampaikan pesan tentang Kewaspadaan terhadap penyebaran Virus Corona atau Covid – 19 kepada seluruh lapisan Masyarakat Lombok Tengah.”Mohon maaf, mohon garis bawahi pesan saya ini, jangan anggap remeh Virus Corona, ini telah menjadi wabah di Dunia, dan beberapa waktu lalu sudah mulai masuk ke NTB, dengan adanya warga Lombok yang terkonfirmasi positif padahal baru sekitar tiga bulan lalu virus ini mulai muncul di daratan cina, di wuhan sana, hampir 5000 kilometer jaraknya. dalam kurun waktu yang relatif pendek ini, 20.000 lebih telah meninggal, dan tidak pandang bulu, bisa mengenai siapa saja. Oleh karena itu, mari kita terapkan langkah – langkah kewaspadaan, khususnya di Lingkungan kita di Lombok Tengah,”pesan dr Mamang Bagiansah, SpPD, Minggu (29/03/2020).
dr Mamang juga memberikan langkah – langkah yang harus dilakukan untuk memutus mata rantai penularan dan mempercepat penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Lombok Tengah yakni :
Pertama :
Praktekkan secara menyeluruh gaya hidup bersih dan sehat. harus mulai dari diri sendiri, lalu di level rumah tangga, lalu di lingkungan sekitar, RT/RW, Dusun, Desa, dan Kecamatan. seluruhnya cuci tangan lebih sering dengan sabun atau cairan disinfekstan lainnya. Bagi yang sakit flu wajib gunakan masker.
Misalnya. ada contoh yang baik di Dusun Kopang Medana, Desa Kopang, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah disediakan banyak tempat cuci tangan massal di sudut – sudut kampung, warga yang baru dari luar dusun tidak diperkenankan masuk dusun sebelum cuci tangan terlebih dahulu.
Kedua :
Sementara ini mohon untuk mengurangi interaksi sosial antar warga di Italia, contoh nyata, virus Corona menyebar begitu cepat dan dahsyat berawal dari kegiatan nonton bola liga italia. yaitu saat ribuan orang berkumpul disatu tempat di Indonesia awal kemunculan virus Corona juga dari sebuah acara pesta maka. untuk sementara waktu, sebagaimana juga maklumat dari pak bupati. Jangan dulu mengadakan acara – acara yang berpotensi mengumpulkan banyak orang (baik sifatnya tradisi adat maupun keagamaan) karena kita tidak pernah tahu. jangan – jangan diantara warga ada yang tubuhnya telah terjangkit virus lni. walaupun masih sehat – sehat saja
Ketiga :
Khusus untuk warga Lombok Tengah yang baru kembali dari luar negeri atau dari luar daerah yang termasuk dalam kategori daerah transmisl/penyebaran virus ini, maka wajib melakukan protokol berikut . Segera Lapor ke perangkat Desa menjelang kepulangan. Gunakan masker, sering-sering cuci tangan, jika tidak ada gejala maka tetap harus isolasi diri di rumah selama paling kurang 14 hari, jangan dulu kemana mana jika tidak terlalu penting, bagi mereka yang bergejala sakit (panas badan, batuk, pilek, sesak) maka segera melaporkan kondisinya kepada petugas kesehatan.”Untuk perihal terakhir ini, ada satu catatan penting, sedapat mungkin kontak dengan petugas kesehatan (puskesmas, dokter praktik mandiri) dilakukan dengan tanpa tatap muka. Bisa dengan telpon terlebih dahulu misalnya jangan ujug-ujug datang agar petugas kesehatan bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu. Dan di Lombok Tengah, pemerintah dan kami para dokter telah berkomitmen untuk jemput bola kami yang datang ke tempat warga, warga di rumah saja,”kata dr Mamang
Pemkab Lombok Tengah, kata dr. Mamang, tengah menyiapkan rumah singgah untuk karantina sementara warga Lombok Tengah yang baru pulang dari luar negeri atau luar daerah terjangkit yakni di Rumah Mutiara Indoensia (RMI) depan Bandara Internasional Lombok (BIL) di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.” Dan dengan semangat kebersamaan seluruh masyarakat Lombok Tengah patuh pada Maklumat pak Bupati, pada maklumat kami para petugas kesehatan, maka Insyaallah kita akan dapat memutus rantai penyebaran Virus Corona. Saya bersama 90 dokter umum dan dokter spesialis di Puskesmas – Puskesmas dan rumah sakit di Lombok Tengah. Siap menjadi Garda terdepan untuk melayani seluruh Lapisan Masyarakat Lombok Tengah,”ujar dr Mamang Bagiansah, SpPD. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan