Hasil Rapid Test 33 Orang Kontak Tracing Pasien 564 Asal Desa Sengkol Non Reaktif

Hasil Rapid Test 33 Orang Kontak Tracing Pasien 564 Asal Desa Sengkol Non Reaktif
Kades Sengkol, Satria Wijaya Saraf bersama TNI-Polri mendampingi Tim Medis Dinas Kesehatan Lombok Tengah saat melakukan Rapid Test terhadap 33 orang Dusun Pampang Lauk, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Jumat, (29/05/2020)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Tim dari Dinas Kesehatan yang tergabung dalam Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tengara Barat (NTB) langsung melakukan Kontak Tracing terhadap warga asal Dusun Pampang Lauk, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah yang Terkonfirmasi Positif Virus Corona atau Covid-19 pada hari Kamis, 28 Mei 2020, yakni Pasien nomor 564, an. Tn. LBNI, laki-laki, usia 25 tahun. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 dan saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.
Pasisen Nomor 564 diketahui bekerja sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
Ada 33 orang hasil Kontak Tracing dari Pasien Nomor 564 yang terdiri dari kedua orang tua Pasien, Saudara, dan teman dekat Pasien Nomor 564.”Hasil Kontak Tracing, awalnya ada 22 orang, dan bertambah menjadi 33 orang termasuk kedua orang tua Tn. LBNI,”ungkap Kepala Desa (Kades) Sengkol, Satria Wijaya Saraf, Jumat (29/05/2020).
Setelah didata, kata Satria, 33 orang hasil Kontak Racing dari Pasien Nomor 564 menjalani Rapid Test Covid-19.”Alhamdulillah semuanya 33 orang hasil Rapid Tesnya Non Reaktif,”katanya
Meskipun hasil Rapid Test 33 orang Kontak Tracing Pasien Nomor 564 Non Reaktif, lanjut Satria, Gugus Tugas Covid-19 Desa Sengkol meminta kepada warga, khususnya warga Dusun Pampang Lauk untuk tetap mematuhi Imbaun Pemerintah tentang pencegahan Covid-19 dan menjalankan Protokol Kesehatan, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumuman atau keramaian, jaga jarak dan mengenakan Masker, khususnya saat beraktivitas di luar rumah.”Warga sudah kita imbau untuk tetap berada dirumah dan menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Dusun (PSBD),”imbaunya. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan