Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Gempa Lombok, Danrem 162/WB Perintahkan Pasukan Evakuasi Wisatawan Yang Terjebak Longsor di Air Terjun Tiu Kelep

Gempa Lombok, Danrem 162/WB Perintahkan Pasukan Evakuasi Wisatawan Yang Terjebak Longsor di Air Terjun Tiu Kelep
Anggota TNI dibantu warga menggotong salah seorang wisatawan asing yang terjebak material Longsor di Air Terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB, akibat Gempa Bumi Magnitudo 5,8 dan 5,2 yang mengguncang Pulau Lombok - Sumbawa, NTB pada Minggu (17/3/2019)

SUARALOMBOKNews – Lombok Utara | Gempa Magnitudo 5,8 dan 5,2 yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu, (17/3/2019), Pukul 14.09 WIB dengan pusat Gempa berada di Darat 7 km Barat Laut Lombok Timur, NTB, dengan Kedalaman 11 Km, mengakibatkan Longsor di Kawasan Air Terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. NTB
Selain merobohkan rumah warga di wilayah Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara, Gempa Bumi itu juga mengakibatkan destinasi wisata air terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan Lombok Utara mengalami Longsor.
Puluhan wisatawan asing dan Domestik yang tengah berlibur di Air Terjun Tiu Kelep terjebat material Longsor.
Mendengar informasi tersebut, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, langsung memberikan instruksi kepada seluruh Dandim jajaran untuk melakukan pengecekan dan perbantuan penanggulangan bencana alam sesuai dengan wilayah teritorialnya.”Kepada seluruh satuan jajaran Korem baik Kodim, Yonif 742/SWY dan satuan dinas jawatan agar menyiapkan satuannnya untuk memberikan bantuan penanggulangan gempa khususnya di Daerah yang terkena dampak terutama Lombok Timur dan Lombok Utara,” kata Danrem.
Langkah-langkah yang sudah diambil untuk memberikan bantuan terhadap para korban dengan mengerahkan para Babinsa yang ada di Koramil, mengerahkan anggota Yonif 742/SWY dan Kompi Zipur 9/K untuk membantu penyelamatan dan evakuasi korban dan mengerahkan tenaga medis beserta ambulance Rumkit Denkesyah Mataram ke lokasi sasaran terdampak gempa.”Kami juga berkoordinasi dengan BPBD dan menyiapkan tenda lapangan di tempat yang aman disekitar lokasi longsor,”ujar Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani
Hingga saat ini Personel TNI bersama anggota BPBD masih melakukan proses evakuasi para korban dan pendataan jumlah korban di lokasi serta pengecekan rumah yang rusak akibat gempa.
Informasi awal sampai malam ini jumlah korban yang meninggal sebanuak 3 orang, luka berat 5 orang dan luka ringan sebanyak 21 orang. Rencana akan dilanjutkan pencarian dan evakuasi korban gempa akan dilanjutkan besok pagi karena sudah larut malam dan Jalan licin akibat hujan. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan