Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Entaskan Kemiskinan, Pemkab Lombok Tengah Bagi – Bagi Alat Pertanian Pasca Panen

Entaskan Kemiskinan, Pemkab Lombok Tengah Bagi – Bagi Alat Pertanian Pasca Panen
Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Fathul Bahri, S.Ip didampingi Kadis Pertanian dan Perkebunan Lombok Tengah, Lalu Iskandar menyerahkan secara simbolis bantuan alat pertanian pasca Panen (power thresher) kepada rumah tangga miskin di Bencingah Adi Guna Alun - alun Tastura Praya, Lombok Tengah, Jumat (12/7/2019)

SUARALOMBOKNEWS.COM – LOMBOK TENGAH | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengucurkan program bantuan alat pertanian pasca Panen berupa perontok bulir padi (Power Thresher) yang diperuntukan kepada rumah tangga miskin yang tersebar di 12 Kecamatan se Lombok Tengah.”Total anggaran kurang lebih Rp. 800 juta, dan dari 64 unit alat perontok bulir padi diperuntukkan kepada rumah tangga miskin yang tersebar di 12 Kecamatan,”kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Lombok Tengah, Lalu Iskandar usai penyerahan bantuan alat pertanian pasca panen oleh Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT, SH dan Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S. Ip secara simbolis kepada rumah tangga miskin di Bencingah Adiguna Alun – Alun Tastura Praya, Lombok Tengah, Jumat pagi (12/7/2019).
Tujuan utama pemberian bantuan alat pertanian pasca panen itu, kata Lalu Iskandar yakni untuk meningkatkan tarap hidup dan pendapatan rumah tangga miskin dan membuka lapangan pekerjaan baru khususnya bagi masyarakat miskin.
Selain itu kata Lalu Iskandar, bantuan peralatan pasca panen itu membantu petani menghemat ongkos atau operasional saat panen, meningkatkan hasil produksi padi petani dan mengurangi kekurangan hasil produksi padi petani yang diakibatkan oleh penanganan pasca panen yang salah.”Saat panen raya petani sering kesulitan, sehingga diharapkan dengan alat ini bisa membantu petani. Alat ini sangat penting karena bisa mengurangi biaya operasional petani, kita di Lombok Tengah kehilangan hampir 11 persen hasil panen akibat dari cara penanganan pasca panen yang tidak bagus, sehingga dengan alat ini bisa mengurangi kerugian petani dan menciptakan lapangan pekerjaan baru,”pungkasnya. [slNEWS – erwin]

No Responses

Tinggalkan Balasan