Dua Terdakwa Pemagar Lahan Sirkuit motoGP di Lombok Tengah di Vonis 1 Bulan Penjara

Dua Terdakwa Pemagar Lahan Sirkuit motoGP di Lombok Tengah di Vonis 1 Bulan Penjara
Sidang Putusan Tipiring kasus pemagaran lahan Sikuit motoGP di KEK Mandalika Kuta dengan terdakwa Kadus Ujung, Abdul Mutalip dan Usman warga Dusun Ujung, Desa Kuta, Kecamatan Pujut di Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (06/11/2019)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Dua terdakwa pemagar lahan sirkuit motoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta di Dusun Ujung, Desa Kuta Kecamatan Pujut, Lombok Tengah yakni Kepala Dusun Ujung, Desa Kuta, Abdul Mutalip dan Usman, warga Dusun Ujung, Desa Kuta, di Vonis 1 bulan penjara dengan masa percobaan 3 bulan, sesuai dengan keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dibacakan oleh Hakim Ketua, Pita Juwiati, SH didampingi Panitera Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah, Muhalil, SH di ruang sidang Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah, Rabu sore (06/11/2019).
Dalam putusannya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah menyatakan kedua terdakwa Tindak Pidana Ringan (Tipiring) menyatakan kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana memakai tanah tanpa izin dari yang berhak dalam hal ini PT. ITDC.”Menjatuhkan pidana kepada terdakwa 1 dan 2 oleh karena itu dengan pidana penjara masing masing selama 1 bulan dengan ketentuan bahwa pidana tersebut tidak perlu dijalanani oleh para terdakwa kecuali dikemudian hari ada perintah lain dengan keputusan hakim karena terpidana belum habis massa percobaan selama 3 bulan telah melakukan perbuatan pidana. Menetapkan barang bukti berupa foto copy sertifikat hak pengelolaan nomor 48 atas nama Pemegang hak PT ITDC, foto copy sertifikat hak pengelolaan nomor 70 atas nama Pemegang hak PT. ITDC dan Membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara masing masing Rp. 25 ribu,” ucap Hakim Ketua Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah, Pita Juwiati, SH.
Meskipun tidak menjalani hukuman 1 bulan kurungan penjara, setelah berkonsultasi dengan Penasehat hukumnya kedua terdakwa menyatakan menolak keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah.” Kami akan mengajukan upaya Banding,” ujar Penasehat Hukum Terdakwa, Muh Apriadi Abdi Negara, SH.
Selain dihadiri kedua terdakwa, dalam sidang Tipiring itu Penyidik Satreskrim Polres Lombok Tengah menghadirkan lima orang saksi untuk dimintai keterangan dan kesaksiannya yakni Deddy Roemansyah dari pegawai PT. ITDC. Lalu Jaelani, security ITDC. Mahrip, security ITDC. Saharudin, security ITDC dan Alus Darmiah, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kuta, Kecamatan Pujut.
Selain itu, kedua terdakwa juga menghadirkan 3 orang saksi meringankan yakni Berate, Lalu Takum dan Ning Purwanto. Ketiga saksi meringankan yang dihadirkan terdakwa itu merupakan warga Dusun Ujung, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan