Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Dikumpulkan Kepala Sekolah, 22 Siswi SMP Terduga Pelaku Pengeroyokan di Lombok Tengah “Cengar Cengir”

Dikumpulkan Kepala Sekolah, 22 Siswi SMP Terduga Pelaku Pengeroyokan di Lombok Tengah “Cengar Cengir”
Kepala SMPN 1 Pujut, H. Hamzah (tengah) Kepala SMPN 3 Pujut, Hj. Gusti Ayu Rastini (kiri) dan Kepala SMPN 2 Pujut, H. Kandal (kanan) memberikan arahan kepada 22 siswi yang diduga melakukan pemukulan terhadap dua siswi SMPN 1 Pujut, Kamis, (14/3/2019)

SUARALOMBOKNews – Lombok Tengah | Tiga Kepala SMP Negeri di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara  Barat (NTB) yakni, Kepala SMPN 1 Pujut, H. Hamzah, Kepala SMPN 3 Pujut, Hj. Gusti Ayu Rastini dan Kepala SMPN 2 Pujut, H. Kandal mengumpulkan 22 Siswi yang diduga melakukan Pengeroyokan dan Penganiyayaan terdahap  dua orang Siswi kelas VIII SMPN 1 Pujut, berinisial Baiq N, warga Dusun Ujung, Desa Kuta, Kecematan Pujut dan siswi berinisial S.
Mereka (22 siswi) dikumpulan di lapangan SMPN 1 Pujut, Kamis pagi (14/3/2019)
Selain 22 Siswi itu, kedua siswi korban penganiyayaan itu juga turut dihadirkan.
Ke 22 Siswi yang diduga melakukan Pengeroyokan dan Penganiyayaan itu berasal dari SMPN Pujut, SMPN 2 Pujut dan SMPN 3 Pujut.
Saat diberikan Nasehat oleh Kepala Sekolah mereka masing – masing, 22 siswi yang diduga melakukan pengeroyokan dan penganiyaan terhadap adik kelasnya itu bukannya menyesali perbuatannya, justru mereka menunjukkan Ekspresi wajah tanpa dosa, terlihat bangga. Bahkan mereka ngobrol sambil saling bisik – bisik dan tertawa pada saat Kepala Sekolah mereka sedang menyampaikan Nasehet. Kepala Sekolah mereka pun sempat beberapa kali  membentak dengan suara kencang.
Kepada SuaraLombokNews.com, usai memberikan nasehat kepada 22 siswi yang diduga melakukan pengeroyokan dan penganiyayaan itu, Kepala SMPN 1 Pujut, H. Hamzah mengungkapkan, siswi yang diduga melakukan pengeroyokan dan penganiyaan terhadap Sisiwi Kelas VIII SMPN 1 Pujut,  termasuk yang merekam aksi tidak terpuji itu, berasal dari Siswi SMPN 1, 2 dan 3 Pujut.”  Bukan laki – laki saja yang punya Group, perempuan (siswi) juga punya Group. Yang punnya masalah itu Siswi SMPN 1 Pujut dengan siswi SMPN 3 Pujut gara – gara pacar. Lalu Siswi SMPN 3 Pujut minta banuan kepada siswi SMPN 2 Pujut, karena mereka ini punya perkumpulan Pencak Silat Tapak Suci,” ungkapnya.
H. Hamzah mengatakan, kejadian pengeroyokan dan penganiyaan yang direkam menggunakan Camera Hanphone itu terjadi pada Bulan Februari 2019 lalu. Dalam Video itu, tidak semua siswi yang ada di lokasi pengeroyokan yakni di Lapangan Mandalika Sengkol melakukan pemukulan terhadap korban.” Kejadiannya satu setengah bulan yang lalu. Sekolah baru mengetahinya setelah keluarga korban datang ke sekolah dan menunjukkan Rekaman Video pemukulan itu. di Video itu tidak semua siswi melakukan pemukulan, ada yang mengaku tidak tahu apa – apa dan hannya sekedar lewat saja,”ucapnya.
H. Hamzah mengaku sangat kecewa terhadap sikap para siswi yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap adik kelasnya tersebut. dan pihaknya bersama Kepala SMPN 2 dan 3 Pujut akan menyelesaikan persoalan itu dengan cara baik – baik.” Mereka sudah saling memaafkan. Besok semua orang tua Siswi ini akan kita panggil. Dan hasil hari ini akan kami laporkan ke Pak Kadis,”tuturnya
“Sekolah punya tata tertib, kalau sudah tidak bisa dibina, mereka akan kita serahkan ke orang tua masing – masing,” ujar Kepala SMPN 3 Pujut, Hj. Gusti Ayu Rastini. [slNews – erwin]

No Responses

Tinggalkan Balasan