Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Diguyur Hujan, Kecamatan Praya Timur Nyaris Tenggelam

Diguyur Hujan, Kecamatan Praya Timur Nyaris Tenggelam

SUARALOMBOKNEWS.com – Lombok Tengah | Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Lombok Tengah dari hari Selasa siang (22/1/2019) sampai dengan Rabu pagi (23/1/2019) membuat sejumlah wilayah di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) terendam bamjir. Salah satunya wilayah Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah.
Dari 10 Desa, 5 Desa di Kecamatan Praya Timur Terendam Banji. Kondisi terparah terjadi di wilayah Desa Beleka, Ganti dan Semoyang, sedangkan wilayah Desa Kidang dan Desa Mujur dampaknya tidak terlalu parah.
Selain merendam rumah warga, Banjir juga merendam Fasilitas Pendidikan.”Di Desa Beleka ada 12 dusun dan satu Gedung Sekolah Dasar yang terdampak, di Desa Ganti ada 8 Dusun, di Desa Semoyang ada 8 Dusun, di Desa Kidang ada satu Dusun dan di Desa Mujur satu Dusun,” ungkap Plt. Camat Praya Timur, Murdi AP, usai memantau dan memverifikasi jumlah warga yang terdampak Bajir di 5 Desa tersebut, Rabu, (23/1/2012).
Staf Ahli Bupati Lombok Tengah bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan itu menjelaskan, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak Bajir di lima desa itu mencapai lebih dsri 600 KK. Pihak kecamatan pun telah melakukan upaya evakuasi dan berkoodinasi dengan Dinas/Instansi untuk penanganan dan pemberian bantuan kepada warga terdampak Banjir.” Di Desa Beleka ada 263 KK dan satu SD  yang terdampak Banjir, di Desa Ganti ada 160 KK, di Desa Semoyang ada 149 KK, di Desa Kidang ada 175 KK dan di Desa Mujur ada 4 KK. Sebagaian warga ada yang mengungsi, dan sebagian warga telah diberikan bantuan dari BPBD Lombok Tengah, dan Dinas Sosial,” ucap Murdi AP.
Banjir yang merendam lima wilayah Desa di Kecamatan Praya Timur itu tidak berlangsung lama. Setelah hujan reda, banjir langsung surut.”Banjirnya tidak lama, setelah hujan reda langsung surut. Upaya yang sedang kita laksanakan saat ini membersihkan rumah warga yang teredam banjir, dan membersihan kolong jambatan yang tersumbat sampah,” kata Murdi.
Menurut Murdi, penyebab Banjir yang hampir terjadi setiap musim penghujan di wilayah Kecamatan Praya Timur karena menyempitnya aliran sungai yang melintas di 5 wilayah Desa di Kecamatan Praya Timur.
Untuk itu, Murdi berharap, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) NTB  yang bertanggungjawab terhadap persoalan Sungai untuk segera melakukan Normalisasi aliran Sungai, sehingga jika turun hujan dengan intensitas tinggi dan jika terjadi luapan air Bendungan Pandan Dore di Lombok Timur, tidak menyebabkan Banjir.” Disepandan Sungai, banyak beridiri rumah dan Open Tembakau, akibatnya Sungai semakin menyempit ditambah lagi sampah yang terbawa arus sungai. Untuk itu BWS harus melaksanakan Normalisasi aliran Sungai, karena kondisi saat ini, sepadan Sungai banyak yang beralih fungsi,”ujarnya. [slNews.com – rul].

No Responses

Tinggalkan Balasan