Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Diduga Terbakar Api Cemburu, Siswi SMP di Lombok Tengah Keroyok Adik Kelas, Video Dikirim ke WA

Diduga Terbakar Api Cemburu, Siswi SMP di Lombok Tengah Keroyok Adik Kelas, Video Dikirim ke WA
Rekaman Video penganiyayaan Siswi SMPN 1 Pujut diduga oleh Kakak Kelasnya di Lapangan Mandalika, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB.

SUARALOMBOKNews – Lombok Tengah | Siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Pujut, di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) berinisial Baiq NP, warga Dusun Ujung, Desa Kuta, Kecamatan Pujut dikeroyok kakak kelasnya. Diduga aksi pengeroyokan berlatar belakang Cemburu.
Aksi pengeroyokan itu di rekam menggunakan Handphone oleh sejumlah teman korban yang saat itu berada di lokasi Pengeroyokan.
Kepada SuaraLombokNews.com, Rabu (13/3/2019), Paman korban Pengeroyokan, Junaidi menceritakan, terbongkarnya aksi pengeroyokan yang terjadi pada Bulan Februari 2019 lalu di pintu masuk Lapangan Mandalika di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, setelah saudara Korban menerima kiriman Video melalui WhatsApp (WA).
Dalam Video itu, saudara korban melihat korban tengah di Pukul oleh sejumlah siswi yang tidak lain merupakan kakak kelas korban.”Keluarga tahu persoalan (Pengeroyokan) ini dari Saudara korban. Saat itu saudara korban membuka Hp dan melihat Video Saudaranya dipukul. Setelah mengetahui saudaranya dipukul  lalu dia (Saudara korban) histeris dan kaget. Dalam Video yang dikirim melalui Whatsapp itu Korban di pukul di Pintu Masuk Lapangan Mandalika. Rombongan sekitar 15 siswi, tapi yang terlihat di Video ada tiga Siswi yang memukul korban,”cerita Junaidi.
Dari pengakuan korban kepada pihak keluarga, kata Junaidi, pada bulan Februari 2019 lalu, korban diundang ulang tahun kerumah pacar salah satu terduga siswi yang ikut melakukan pemukulan teradap korban di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut.
Keesokan harinya setelah menghadiri undangan ulang tahun itu, di sekolah korban sempat bercanda dengan Kakak kelasnya yang tidak lain merupakan pacar dari teman korban yang berulang tahun tersebut.”Setelah ulang tahun itu, anak Saudara (Korban) saya bilang ke pacar temannya yang berulang tahun itu ‘kok matrai sekalai’. Lalu korban di ajak ke Lapangan Mandalika dan disana korban di pukul dan direkam oleh temannya yang lain. Pengakuan anak saudara saya kejadian pemukulan itu pada Bulan Februari 2019,”ungkap Junaidi.
Selain itu kata Junaidi, dari pengakuan korban, terduga pelaku pemukulan yang merupakan kakak kelasnya itu, berasal dari Desa Kawo, dan dari Siswi SMP Teruwai, Kecamatan Pujut.” Di Video itu ada sekitar 15 Siswi, tapi yang memukul korban hannya tiga orang, kata korban siswii itu dari Desa Kawo dan dari SMP Teruwai. Mungkin dia (terduga pelaku pemukulan) cemburu terhadap anak saudara saya,” ucapnya.
Saat ini keluaga korban, masih berada di Polres Pujut, untuk melaporkan penyeroyokan yang dialami korban tersebut.
Namun pihak keluarga korban merasa kecewa, karena laporannya tidak ditanggapi serius oleh Polsek Pujut.”Kata Polisi, kejadiannya sudah satu bulan dan membutuhkan waktu lama, karena harus ada ahli IT dan hasil Visum. Kami keluarga disarankan melapor ke Polres. Kalau begini caranya bagaimana mau menegakkan hukum, padahal sudah ada Buktinya ada rekaman Video. Kami keluarga ingin mersoalan ini diselesaikan secara hukum,” ujar Junaidi. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan