Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Diduga Tangan Kanan Oknum Anggota Dewan Lombok Tengah Minta ‘Fee’ Proyek Aspirasi

Diduga Tangan Kanan Oknum Anggota Dewan Lombok Tengah Minta ‘Fee’ Proyek Aspirasi

SUARALOMBOKNEWS.com – Lombok Tengah | Ustad Hairi Tim Sukses (Timses) atau Tangan Kanan dari Anggota DPRD Lombok Tengah, Supriadi diduga telah meminta Fee sebesar 20 persen dari dana Aspirasi milik Anggota Dewan Lombok Tengah, Supriadi untuk Proyek Irigasi Desa (Irdes) di Desa Tanak Beak, Kecamatan Batuliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2018 yang dititip melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Lombok Tengah.” Awalnya saya bicara lewat Ustad Hairi perantara Pak Supriadi, biasanya kalau ada Aspirasi, Dewan minta Fee 15 persen, setelah Deal, baru mau kerjakan Proyek Irigasi itu, perantara permintaanya berubah lagi menjadi 20 persen, kami pun mengiyakan permintaan 20 persen itu, dengan catatan diberikan setelah pekerjaan selesai,” ungkap Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Tanak Beak, Sahrial, di kediaman Kepala Desa (Kades) Tanak Beak, Maknun, Sabtu (19/1/2019).
Karena percaya dengan Ustad Hairi selaku tangan kanan Anggota Dewan Lombok Tengah, Supriadi, kata Sahrial, dirinya pun langsung mulai mengerjakan Proyek Irigasi sepanjang 300 meter yang sumber dananya dari Aspirasi sebesar Rp 150 juta.
Namun, baru mengerjakan proyek Irigasi itu sepanjang 41 meter, timbul persoalan baru, bahwa Proyek Irigasi Desa itu telah dipihak ketigakan kepada pihak lain atau Kontraktor.
Terhadap persoalan tersebut, TPK Desa Tanak Beak dirugikan sekitar Rp. 70 juta termasuk harga Material, ongkos tukang dan buruh untuk pengerjaan proyek Irigasi Desa sepanjang 41 meter itu.”Awalnya proyek Irigasi sepanjang 650 meter itu akan di kerjakan oleh Desa melalui Dana Desa (DD), tetapi karena ada janji dana Aspirasi, hannya 350 meter saja yang dikerjakan oleh Desa, dan sisanya 300 meter akan dikerjakan menggunakan Dana Aspirasi Pak Supriadi. Setelah kami kerjakan 41 meter, baru Ustad Hairi mengatakan itu bukan Dana Aspirasi Pak Supriadi. Kami percaya saja karena Ustad Hairi tangan kanan dari Pak Supriadi, lalu sekarang 41 meter Irigasi yang sudah ada ini siapa yang tanggungjawab,” ungkap Sahrial.
Merasa tidak percaya terhadap Ustad Hairi selaku tangan kanan Anggota Dewan Lombok Tengah dari Dapil Batukliang – Batukliang Utara, Supriadi. lanjut Sahrial, dirinya pun bertanya langsung kepada Supriadi terkait dengan permintaan Fee proyek Irigasi dari Aspirasi sebesar 20 persen tersebut.” Saya bertanya langsung kepada Pak Supriadi, dan jawabannya ada mis komunikasi dengan Ustad Hairi. Dan proyek Irigasi Desa sepanjang 300 meter dari dana Aspirasi itu tidak jadi dikerjakan. Katanya lokasi Proyek Irigasi itu di pindahkan dan kami tidak tahu kemana dipindahkan” sebutnya.
Rasa kecewa juga disampaikan Kades Tanak Beak, Maknun. Menurut Maknun, Desa tidak menyelesaikan pembangunan 650 meter Irigasi Desa itu, karena ada janji 300 meter akan dikerjakan menggunakan dana Aspirasi Anggota Dewan Lombok Tengah, Supriadi.
Maknun mengaku merasa malu terhadap masyarakat Desa Tanak Beak, terhadap tidak tutasnya pengerjaan Irigasi Desa sepanjang 650 meter tersebut.” Dari 650 meter Desa hannya mengerjakan 350 meter saja, karena ada janji sisanya 300 meter akan dikerjakan melalui Dana Aspirasi, tetapi itu tidak terbukti. Saya selaku Kades malu kepada masyarakat, karena proyek irigasi desa sepanjang 650 meter itu tidak tuntas 100 persen, dan masyarakat juga merasa sangat dirugikan,”keluhnya.
Terhadap persoalan tersebut kata Maknun, bukan untuk mencari kejelekan atau kesalahan Anggota Dewan Lombok Tengah, Supriadi yang kembali menjadi Caleg Dapil Batukliang – Batukliang Utara.
Maknun juga mengaku, persoalan dana Aspirasi milik Anggota Dewan Lombok Tengah, Supriadi itu telah ia laporkan langsung kepada Gubernur NTB pada saat Gubernur NTB datang berkunjung ke Desa Tanak Beak belum lama ini.” Bukan mau menjelekkan siapa – siapa, tetapi kami mau mencari kebenaran dan keadilan. persoalan ini juga sudah saya sampaikan langsung kepada Pak Gubernur. Kami hannya ingin 41 meter Proyek Irigasi itu dibayar, jangan sampai Desa yang disalahkan dan dirugikan,”tuturnya.
Terpisah, Anggota DPRD Lombok Tengah, Supriadi membantah semua tuduan Kades dan Ketua TPK Desa Tanak Beak tersebut.
Namun, Supriadi mengakui, Ustad Hairi merupakan Timses pemenangannya sebagai Caleg pada Pileg 2019 maupun pada Pileg sebelumnya untuk Dapil Batukliang – Batukliang Utara.” Itu tidak benar (permintaan fee), saya tidak pernah bertemu dengan siapapun. Saya hannya ingin Aspirasi tidak bermasalah. Dan Ustad Hairi adalah Tim saya dari dulu sampai sekarang, dan dia (Ustad Hairi) waktu itu hannya menyampaikann ada dana Aspirasi saja ke Desa, tetapi Desa mau mengerjakan Irigasi Desa itu secara swakelola seperti mengerjakan proyek dari ADD dan DD. Karena Desa tidak mau mengerjakan Irigasi Desa itu sesuai dengan prosedur, Dinas Pertanian dan Perkebunan memindahkan proyek Irigasi Desa dari dana Aspirasi itu ke Karang Sidemen, dan sudah selesai dikerjakan, silakan dicek langsung dilapangan,” sebut Supriadi.
Selain itu, Supriadi juga mengaku, proyek irigasi desa sepanjang 300 meter tersebut anggarannya bersumber dari Dana Aspirasi Tahun 2018 yang dititip melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Lombok Tengah.” Mamang itu Aspirasi yang saya taruh di Dinas, jadi semuanya wewenang Dinas, masak Dewan yang harus turun dan ikut campur,” tegasnya.
Supriadi juga menegaskan, terkait dengan 41 meter irigasi desa yang telah dikerjakan TPK Desa Tanak Beak itu bukan menjadi tanggungjawabnya.”Masalah yang sudah dikerjakan itu ya Resiko,” ujarnya.
Bantahan yang sama juga disampaikan Ustad Hairi.” Tidak ada permintaan Fee itu. saya sendiri tidak tahu kapan dikerjakan. Masalah ada yang dikerjakan 41 meter itu, saya tidak pernah menyuruh. harus diluruskan, jangan sampai salah paham,”bantah Ustad Hairi. [slNews.com – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan