Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Diduga Palsukan Dokumen Tanah, Penggarap Aset Yayasan Goeroe Bangkol Praya Dilaporkan ke Polisi

Diduga Palsukan Dokumen Tanah, Penggarap Aset Yayasan Goeroe Bangkol Praya Dilaporkan ke Polisi
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa menerima pengaduan dari pengurus dan Tim Kuasa Hukum Yayasan Masjid Jami" Goeroe Bangkol " Praya, Lombok Tengah, NTB di ruang kerjanya, Senin (25/3/2012)

SUARALOMBOKNews – Lombok Tengah | Tim Kuasa Hukum Yayasan Masjid Jami’ “Goeroe Bangkol” Praya, Kabupaten Lombok  Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin sore (25/3/2019) datang langsung menemui Kapolres Lombok Tengah , AKBP Budi Santosa untuk melaporkan Penggarap tanah aset Yayasan Masjid Jami’ “Goeroe Bangkol” Praya, Lalu Maziani Ramli alias Janot, warga Dusun Karang Daye, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah yang diduga melakukan Pemalsuan Dokumen lahan aset Yayasan Masjid Jami’ “Goeroe Bangkol” Praya seluas 2 hektar dari total 9 hektar lebih yang terletak di Dusun Ketapang, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah.” Perbuatan terlapor (Janot) diduga sengaja membuat surat atau keteranagan yang tidak sebenarnya yang dapat menimbulakan suatu hak yang dipergunakan sebagai bukti dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dalam hal ini membuat beberapa surat atau keterangan palsu sebagai syarat penerbitan Sertifikat Hak Milik lahan aset Yayasan Masjid Jami, dan itu dapat dikualifikasi sebagai tindak pidana pemalsuan sebagaimana yang dimaksud pasal 263 dan 264 KUHP Juncto 55 ke-1 dengan ancaman pidana minimal 6 tahun penjara,” terang Tim Kuasa Hukum Yayasan Masjid Jami’ ” Goeroe Bangkol ” Praya, Mahayudin usai bertemu dengan Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa, Jumat (25/3/2019).
Dugaan Pemalsuan Dokumen Formil dan Materil tanah aset Yayasan Masjid Jami Praya, kata Mahayudin, diperkuat dengan telah terbitnya SHM atas nama terlapor dengan nomor SHM Nomor: 1219 dan SHM No: 1220 yang diterbitkan Kantor ATR/BPN Lombok Tengah.”Kami telah bersurat Kepada BPN Lombok Tengah, perihal pencegahan / permohonan pemblokiran atas serifikat a quo namun jawaban atau pemberitahuan atas surat kami tersebut di atas oleh pihak ATR/BPN baru direspon pada Tanggal 31 Januari 2018  yang mana jawaban dari pihak BPN tidak sesaui dengan materi surat kami sebelumnya, tanpa mempertimbangkan dan memperhatikan sama sekali bukti-bukti surat yang kami ajukan tersebut pihak BPN dalam hal ini terkesan lalai dan dengan tidak hati-hati menerbitkan sertifikat atas nama Terlapor,”sebutnya.
Mahayudin menceritakan, Yayasan Masjid Jami “Goeroe Bangkol” Praya mendapatkan lahan pertanian itu dengan cara dibeli dari Selemin pada Tahun 1982 yang dibuktikan dengan akte jual beli, kwitansi dan disaksikan oleh Pemerintah Desa setempat waktu itu.
Agar lahan pertanian itu produktif dan bisa menghasilkan untuk keperluan Yayasan Masjid Jami, baik itu untuk keperluan pembangunan dan operasional Masjid, Yayasan Masjid Jami bersefakat untuk memberikan pengelolaan lahan tersebut kepada terlapor dengan cacatan sanggup merawat, menjaga dan menyerahkan sebagian hasil bercocok tanam diatas lahan aset Yayasan Masjid Jami setiap kali panen.”Namun dalam perjalanannya atau dalam masa pengelolaan terlapor tanpa seizin pemilik atau Pengurus Yayasan, terlapor memindahtangankan penguasaannya kepada pihak lain sehingga pihak Yayasan meminta kepada terlapor untuk menyerahkan kembali tanah sawah tersebut kepada Yayasan. Namun terlapor selalu menghindar dan bersikukuh untuk tidak mau menyerahkan tanah sawah tersebut dan tidak pernah lagi menyerahkahkan sebagian hasil panen sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan saat itu dan lebih ironisnya lagi terlapor berani mengklaim bahwa tanah sawah tersebut sebagai tanah miliknya. dan pada Tahun 2007, terlapor pernah divonis 3 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Praya atas kasus penggergahan lahan aset Yayasan Msjid Jami,”tutur Mahayudin.
Dikonfirmasi SuaraLombokNews.com via WhatsApp, Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa, membenarkan telah menerima pengaduan dari Tim Kuasa Hukum Yayasan Masjid Jami “goeroe bangkol” Praya terkait dengan dugaan pemalsuan Dokumen lahan.
Saat ini kata AKBP Budi Santosa, kasus dugaan pemalsuan dokumen lahan aset Yayasan Masjid Jami “goeroe bangkol” Praya masih dalam tahap penyelidikan oleh Penyidik Satreskrim Polres Lombok Tengah.”Masih tahap lidik di Reskrim,”ujarnya. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan