Diduga, Dinas Pertanian Lombok Tengah Salurkan Bansos Benih Padi Hibrida Sembada B9 Kadaluarsa

Diduga, Dinas Pertanian Lombok Tengah Salurkan Bansos  Benih Padi Hibrida Sembada B9 Kadaluarsa

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Bantuan Sosial (Bansos) berupa Benih Padi Variestas Unggul jenis Hibrida bermerek Sembada B9 yang disalurkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Lombok Tengah pada awal Bulan November 2018 lalu kepada Kelompok Tani di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), di Duga telah Kadaluarsa.
Dari Informasi yang berhasil dihimpun SuaraLombokNews.com, Bansos benih padi Hibrida Sembada B9 yang nilainya mencapai Miliaran Rupiah itu tidak bisa ditanam oleh Petani, karena tidak bisa tumuh sempurna layaknya benih padi pada umumnya.
Kuat dugaan, Bansos Benih Padi Hibrida merek Sembada B9 yang harganya perkilonya di bandrol Rp. 220 ribu per Kg itu Kadaluarsa.
Hal itu dibuktikan, biji Benih Padi berwarna Hitam dan pada saat direndam mengeluarkan bau Busuk.” Warna bijinya Hitam, pada saat direndam mengeluarkan bau Busuk, dan pada saat di tabur disawah tidak bisa tubuh. Kalaupun ada yang tubuh, tidak bisa ditanam, karena layu dan mati,” ujar salah seorang Penerima Bansos Benih Padi Hibrida merek B9 dari Kelompok Tani di salah satu Desa di Kecamatan Praya, Lombok Tengah yang tidak mau identitasnya dipublikasikan, Sabtu, (8/12/2018).
Informasi lain yang juga berhasil dihimpun SuaraLombokNews.com, di Desa Jago, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, jumlah kelompok tani yang menerima Bansos Benih Padi Hibrida merek Sembada B9 itu sebanyak 16 kelompok, dengan luas areal tanam mencapai 497 hektar.
Per hektar, petani mendapat 15 Kg benih padi Hibrida merek Sembada B9, dengan tampsiran harga Rp. 220 ribu per Kg.
Selain di Desa Jago, hal serupa juga dialami Kelompok Tani di Desa Mertak Tombok, Mekar Damai dan Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Lombok Tengah.
Dikemasan Bansos Benih Padi Hibrida merek Sembada B9 itu bertuliskan “Bantuan Benih Direktorat Jendral Tanaman Pangan Tahun 2018. Barang Pemerintah Dilarang Diperjualbelikan”
Sampai dengan berita ini diterbitkan di SuaraLombokNews.com, belum ada penjelasan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Lombok Tengah terkait dengan penyaluran Bansos Benih Padi Hibrida merek Sembada B9 yang diduga Kadaluarsa tersebut. [slNews.com – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan