Diduga, Ada Pungli Bantuan Komputer Untuk PKBM di Lombok Tengah

Diduga, Ada Pungli Bantuan Komputer Untuk PKBM di Lombok Tengah
Kadis Pendididikan Lombok Tengah, H. Sumum didampingi Kabid PAUD, H. Ahsan, Kasi Sapras Lalu Yakse menerima Hearing Forum PKBM di aula Dinas Pendidikan Lombok Tengah, Kamis, (12/03/2020)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Bantuan Sarana dan Prasarana (Sapras) berupa Komputer PC untuk 8 Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang disalurkan Dinas Pendidikan Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2020 diduga dijadikan ladang Pungutan Liar (Pungli) oleh oknum PKBM berinisial RT.
Oleh RT, masing – masing PKBM penerima bantuan Sarpras diduga diminta mengeluarkan uang sebesar Rp. 6 juta dan hasil Pungli tersebut diduga telah ditransfer ke Rekening salah satu oknum Operator pada Dinas Pendidikan Lombok Tengah berinisial RN.”Kami mendengar informasi ada yang diminta Rp. 6 juta per PKBM yang dapat bantuan Sarpras. Dan yang informasinya juga ada beberapa yang sudah diminta uang. Betul atau tidak dijalankan, itulah yang kita kejar hari ini,”ungkap Ketua Forum PKBM Lombok Tengah, Saiful Muslim, SH usai menggelar aksi Hearing di Aula Dinas Pendidikan Lombok Tengah, Kamis (12/03/2020).
Saiful juga mengungkapkan, oknum Operator pada Dinas Pendidikan Lombok Tengah yang diduga meminta uang sebesar Rp. 6 juta per PKBM penerima bantuan Sarpras melalui oknum PKBM tersebut melancarkan aksinya dengan mengatasnamakan Kepala Bidang (Kabid) yang membidangi PKBM.”Ada Oknum Operator yang diduga bermain dengan mengatasnamakan Kabid. Dan orang – orang seperti itu harus diautkan, karena itu yang merusak dibawah,”ucapnya
Saiful menyebutkan, kedelapan PKBM penerima bantuan Sarpras berupa Komputer PC untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2020 itu diduga mendapatkan bantuan Sarpras dengan cara menyetor sejumlah uang pelicin ke Oknum Dinas Pendidikan Lombok Tengah.”Bantuan Sarpras dari APBD ini adalah hak dari Dinas untuk menentukan. Jadi siapa yang dapat itu semestinya dengan keteria dalam artian ada Payung Hukum yang dibuat oleh Dinas untuk menentukan orang – orang (PKBM) yang dapat bantuan Sarpras, dan bukan karena semata – mata ada uang dan sebagainya, dan yang dapat itu karena uang. Kalau bicara masalah uang, bisa kita usahakan, bisa kita pinjamkan yang penting kita dapat tetapi bukan itu tujuan kita,”bebernya
Saiful mengatakan, sebagain bantuan Sarpras berupa Komputer PC sudah di droping ke PKBM penerima Bantuan Sarpras.
Semestinya lanjut Saiful, Dinas Pendidikan Lombok Tengah menyerahkan Bantuan Sarpras kepada PKBM sesuai dengan Keteria dan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis (Juklak – Juknis) sehingga PKBM penerima Bantuan Sarpras sesuai dengan keteria.”Itulah yang kita sesalkan melakukan droping bantuan tanpa keteria dan petunjuk teknis dan saya tidak tahu satupun 8 PKBM yang dapat bantuan Sarpras itu. Harapan kami ke Dinas terkait dengan PKBM dan Pendidikan marilah antara forum dengan Dinas adalah mitra mari kita bangun komunikasi, saling mengisi, saling melengkapi, karena tidak ada yang sempurna di dunia ini dan itulah fungsinya kita bermitra saling menjaga mengisi dan melengkapi dan tolong kami diinformasikan karena posisi forum juga untuk kita saling jaga,”pesannya
Ditemui suaralomboknews.com diruang kerjanya usai menerima Hearing Forum PKBM Lombok Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H. Sumum membantah dugaan Pungli penyaluran bantuan Sarpras untuk PKBM yang dilakukan oleh oknum stafnya tersebut.”Tidak ada, hannya salah paham dan komunikasi saja, dan kita akan benahi semua,”jawabnya singkat. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan