Darah Jadi Taruhan Penutupan Tambang Batu Gunung Tele

Darah Jadi Taruhan  Penutupan Tambang Batu Gunung Tele
Demo warga Desa Pengembur, Kecamatan Pujut di Mapolres Lombok Tengah, NTB, Senin (06/01/2020)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Puluhan masa dari warga penolak aktivitas Tambang Batu di kawasan Gunung Tele, Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi demo di Kantor Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Senin pagi (06/01/2020).
Usai menyampaikan orasinya di depan Kantor Desa Pengembur puluhan masa aksi yang dipimpin langsung oleh Kepala Dusun (Kadus) Tawah, Desa Pengembur, Seriawan didampingi Kepala Desa Pengembur, Muh. Sultan kembali menggelar kasi demo dami di Mapolres Lombok Tengah.
Aksi demo warga lingkar Tambang Batu di Kawasan Gunung Tele itu untuk meminta kepada Polisi untuk menghentikan proses hukum terhadap 7 orang warga termasuk Kadus Tawah, Seriawan yang diduga melakukan pengerusakan Alat Berat dan Fasilitas serta penjarahan barang – barang milik Perusahaan Tambang Batu pada Jumat (03/01/2020).”Tuntutan warga, tidak ada yang di proses hukum, dan meminta kepada Kapolres Lombok Tengah untuk menghentikan proses penyidikan terhadap 7 orang warga, karena semua warga yang melakukan (pengerusakan alat berat dan fasilitas Tambang Batu). Jadi kalau proses penyidikan dilanjutkan, semua warga akan ikut menginap di Polres Lombok Tengah,”terang Kadus Tawah, Seriawan usai menggelar aksi demo di depan Mapolres Lombok Tengah, Senin (06/01/2020).
Warga juga meminta kepada aparat Kepolisian Polres Lombok Tengah untuk memasang Police Line atau Garis Polisi di lokasi Tambang Batu milik Lalu Muhamad Antik di kawasan Gunung Tele, Desa Pengembur.”Warga juga meminta Polisi untuk memasang Garis Polisi di lokasi Tambang Batu, sehingga tidak ada aktivitas pertambangan selamanya. Dan penutupan Tambang Batu di Gunung Tele Harga Mati, dan Darah jadi taruhannya,”tegas Seriawan
Seriawan mengatakan, sangat menyayangkan pernyataan dari sejumlah elit Politik terkait dengan keberadaan aktivitas tambang batu dan pengerusakan alat berat dan fasilitas milik Penambang Batu tersebut, salah satunya pernyataan dari Sekjen DPD Partai Nasdem Lombok Tengah, Samsul Hadi yang mendorong dilakukan penegakan hukum terhadap pengerusakan Alat Berat dan Fasilitas Penambang Batu.” Mereka (Politisi) tidak tahu keadaan masyarakat yang sebenarnya, tolong jangan asal bicara. Dan penutupan tambang batu Darah jadi taruhnnya,”ucapnya.
Sementara itu, Kades Pengembur Muh. Sultan meminta kepada warga untuk menghormati proses hukum yang saat ini tengah ditangani Polres Lombok Tengah terkait dengan pengerusakan alat berat, fasilitas dan penjarahan barang milik Penambang Batu di kawasan Gunung Tele tersebut.” Mari kita hormati proses hukum yang sedang dilakukan Polres Lombok Tengah. Dan jika mau menutup Tambang Batu ada aturannya dan harus sesuai dengan mekanisme yang berlaku,”jelasnya
Sultan juga mengaku dirinya mendapat surat panggilan dari penyidik Satreskrim Polres Lombok Tengah sebagai saksi dalam peristiwa pengerusakan alat berat dan fasilitas Tambang Batu.”Saya juga dipanggil sebagai Saksi, biarkan semua berproses dulu dan dari pihak kepolisian akan memasang Garis Polisi, artinya proses pertambangan batu tersebut akan dihentikan sementara,”terangnya
Saat ini Penyidik Satreskrim Polres Lombok Tengah masih melakukan proses penyelidikan dan telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan terkait dengan pengerusakan alat berat dan fasilitas Tambang Batu di kawasan Gunung Tele.”Masih kita melakukan pemanggilan terhadap saksi – saksi. Dan tidak menutup kemunginan ada saksi – saksi lain yang akan dimintai keterangan, intinya proses akan terus dilakukan,”ujar Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang. [slNEWS – erwin]

No Responses

Tinggalkan Balasan