Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Buka Diskusi Publik, Gubernur Zul Ingatkan Masyarakat Upgrade Kemampuan

Buka Diskusi Publik, Gubernur Zul Ingatkan Masyarakat Upgrade Kemampuan
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah (tengah) bersama Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip, (kiri) dan Kadis Budpar Lombok Tengah, H. Lalu Muhamad Putria (kanan) membuka acara Diskusi Publik dengan tema " Peluang dan Tantangan Pembangunan KEK Mandalika Kuta yang dilaksanakan oleh LSM ALARM NTB di D'Max Hotel depan Bandara LIA di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu (5/10/2019).

SUARALOMBOKNEWS | Diskusi Publik yang digagas oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Rakyat Menggugat Nusa Tenggara Barat (LSM ALARM NTB) dibuka langsung oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Sabtu (05/10/2019).
Diskusi Publik dengan tema “Peluang dan Tantangan Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta” itu digelar di D’Max Hotel depan Bandara Lombok Internasional Airport (LIA) di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Selain dihadiri langsung oleh Gubernur NTB, Diskusi Publik itu juga dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah, H. Lalu Muhammad Putria, Ketua DPD KNPI Lombok Tengah, Murakip Usman Khotip, para pentolan LSM dintara LSM Suka, Formapi serta menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, pelaku pariwisata, termasuk dari kalangan masyarakat Lingkar KEK Mandalika Kuta.
Dalam laporannya selaku ketua Panitia, Ketua LSM ALARM NTB, Lalu Hizzi menyampaikan, melalui Diskusi Publik dengan mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Pembangunan KEK Mandalika Kuta” sebagai jambatan komunikasi antara LSM dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Lombok Tengah.”Kami menggiring teman – teman LSM untuk merubah pola pergerakan yakni dengan cara memberikan ide – ide dan gagasan yang positif, produktif kepada Pemerintah yang manfaatnya untuk masyarakat, sehingga LSM tidak dianggap sebagai Gerombolan,”ucapnya
Lau Hizzi menngibaratkan LSM ALARM seperti Bak Sampah, tempat membuang semua jenis sampah sebelum di buang atau diolah dan didaur ulang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).” Kami menempatkan diri sebagai Bak Sampah, semua jenis persoalan kami tampung, lalu kami daur ulang, kami olah untuk diselesaikan,”ungkapnya
Lalu Hizzi berpesan kepada masyarakat termasuk kepada LSM untuk memberikan kritik kepada pemerintah yang sifatnya membangun, dan bukan memberikan kritik saling menjatuhkan.” Tuduhan – tuduhan dan kritikan yang dialamatkan kepada Pak Gubernur harus disertai dengan data dan Fakta, sehingga kita tidak memberikan informasi yang negatif kepada masyarakat,”pesannya
Ditempat yang sama, dalam sambutannya, Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip menyampaikan apresiasi kepada LSM ALARM selaku penggagas kegiatan Diskusi Publik tersebut.”Kegiatan – kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan, sehingga kita semua tahu persoalan yang dialami masyarakat. Menurut saya keberadaan LSM sangat penting, sebagai pilter atau penyaring dan kontrol pemerintah,”tuturnya
Sementara itu, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dalam sambutannya menjelaskan, pembangunan merupakan suatu proses yang panjang yang tidak bisa di hitung dengan angka – angka, melainkan harus disertai dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) Masyarakat NTB.”Tidak ada gunanya KEK Mandalika terkenal, kalau masyarakatnya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Untuk itu masyarakat harus terus mengUpgrade atau meningkatkan Kemampuannya,”tegasnya
Menurut Gubernur NTB yang akrab disapa doktor Zul itu, meningkatkan kemampuan masyarakat tidak bisa hannya melalui Diskusi, melainkan harus ada langkah nyata yang dilakukan secara bersama – sama.”LSM juga jangan hannya diam dikosnya saja, jangan hannya bisa teriak saja tanpa mengUpgrade Kemampuan,”cetusnya
Gubernur Zul berharap kegiatan Diskusi Publik bisa dilaksanakan secara terus menerus, sehingga program pembangunan yang akan maupun yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah hasil dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.”Diskusi ini sangat baik, pelaksanaanya jangan sampai disini saja. datangkan ITDC, dan perlaku – pelaku Pariwisata. Kerjakan sesuatu yang sederhana, sehingga ada manfaatnya, jangan sampai ada Tikus Mati didalam Lumbung Padi,”tutupnya
Usai dibuka oleh Gubernur NTB, acara dilanjutkan dengan Diskusi Publik dengan mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta”. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan