BLT DD Selebung Cair

BLT DD Selebung Cair
Kepala Desa Selebung, Agus Kusumahadi menyalurkan BLT DD kepada salah satu KK Penerima BLT DD di Kantor Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB, Senin (18/05/2020).

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Pemerintah Desa (Pemdes) Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) kepada 285 Kepala Keluarga (KK) terdampak Wabah Virus Corona atau Covid-19 yang tersebar di 15 Dusun.
Penyaluran BLT DD itu berlangsung di Kantor Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Senin (18/05/2020).”Bagi KK Penerima yang sakit diantarkan langsung kerumahnya oleh Petugas Desa didampingi Anggota Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Badan Keamanan Desa (BKD),”kata Kepala Desa (Kades) Selebung, Agus Kusumahadi disela – sela penyaluran BLT DD di Kantor Desa Selebung, Senin (18/05/2020).
Agus menjelaskan, Pemdes Selebung mengalokasikan anggaran Rp. 517 juta yang bersumber dari Dana Desa Selebung Tahun 2020.”Jadi per KK menerima Rp. 600 ribu per bulan selama 3 bulan. Dan DD yang dialokasikan untuk BLT DD sebesar Rp. 517 Juta dari total DD Rp. 1,5 Miliar atau sekitar 35 persen dari total DD Selebung Tahun 2020,”jelasnya
Agus mengungkap, KK Penerima BLT DD ditetapkan melalui Musyawarah Dusun (Musdus) dan sesuai dengan kerteria penerima Bantuan Sosial (Bansos) ditengah wabah Virus Corona.”Siapa saja yang paling berhak menerima BLT DD ditetapkan melalui Musdus. Dan KK Penerima BLT DD sesuai dengan keteria penerima Bansos, salah satunya, tidak terdata sebagai penerima Bansos, Miskin dan Memiliki anggota keluarga yang rentan sakit menahun,”ungkapnya
Jumlah KK di Desa Selebung yang menerima PKH sebanyak 603 KK . BPNT Murni sebanyak 276 KK. BPNT Perluasan sebanyak 201KK. BST Kemensos sebanyak 262 KK. JPS Gemilang sebanyak 73 KK, JPS Bersatu sebanyak 117.”Dan yang tidak tertangani diluar TNI, Polri, ASN dan Perangkat Desa sebanyak 1046. Itulah yang jadi persoalan kami di desa, semestinya desa diberikan kewebangan untuk membagi Bansos lebih awal sehingga sisanya yang ditangani Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten,”ujar Agus. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan