Bentrok Polisi vs Massa Pendukung Caleg Saat Rapat Pleno KPU di Eks Gedung DPRD Lombok Tengah, Tiga Polisi Terluka

Bentrok Polisi vs Massa Pendukung Caleg Saat Rapat Pleno KPU di Eks Gedung DPRD Lombok Tengah, Tiga Polisi Terluka
Sekda Lombok Tengah, HM. Nursiah (Baju Putih lengan panjang) saat meredam emosi massa, usai Bentrok Massa pendukung Caleg dengan Polisi di Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Terbuka Pemilu 2019 di eks Gedung DPRD Lombok Tengah, NTB, Rabu malam (8/5/2019)

SUARALOMBOKNews – Lombok Tengah | Ratusan massa pendukung salah satu Calon Legislatif (Caleg) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Kecamatan Praya Timur, menyerang lokasi pelaksanaan Rapat Pleno Rakapitulasi Suara Terbuka tingkat Kabupaten Lombok Tengah yang digelar KPU Lombok Tengah di eks Gedung DPRD Lombok Tengah, Jalan Gajah Mada Praya, Lombok Tengah, Rabu malam (8/5/2019).
Ratusan massa yang menuntut dibukanya C1 Plano Tingkat PPK Pujut, Lombok Tengah pada Rapat Pleno Tingkat Kabupaten itu langsung melempari Polisi dan TNI yang tenggah mengamankan lokasi Rapat Pleno Rakapitulasi Suara terbuka dengan Batu, dan Bom Molotop.
Akibatnya, tiga Anggota Polisi, termasuk Kasat Sabhara Polres Lombok Tengah terluka akibat terkena lemparan batu.
Polisi pun langsung bertindak tegas dengan membubarkan massa menggunakan Tembakan Gas Air Mata dan Meriam Air. Ratusan massa pendukung Caleg dari Kecamatan Praya Timur itu pun Kocar kacir melarikan diri dan meninggalkan Kenaraan roda empat maupun roda dua yang mereka gunakan untuk datang ke eks Gedung DPRD Lombok Tengah.
Dalam aksi massa anarkis dan brutal itu, Polisi berhasil mengamankan 4 orang warga. Selain itu Polisi juga berhasil mengamankan Puluhan senjata tajam (Sajam) berbagai jenis, Bom Molotop, dua Truk Batu, dan puluhan kendaraan roda dua dan roda empat milik massa aksi.
Pantauan SuaraLombokNews.com, Ratusan massa pendukung salah satu Caleg dari Kecamatan Praya Timur itu datang ke eks Gedung DPRD Lombok Tengah dengan menggunakan Truk, kendaraan bak terbuka, dan sepeda motor, dengan membawa Sajam, Bom Molotop dan dua truk batu yang sudah dipecah – pecah. Dua truk batu pecahan itu dituang di sambing Kantor BKPP Lombok Tengah atau utara simpang empat Pertamina Kota Praya.
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa yang turun langsung mengamankan bentrok massa pendukung Caleg dengan aparat TNI/Polri itu menduga aksi brutal massa pendukung salah satu Caleg dari Kecamatan Praya Timur itu direncanakan.”Itu sudah direncanakan, ada parang (Sajam), dua truk batu, ada Bom Molotop. Dan melakukan penyerangan terhadap petugas, akibatnya tiga anggota Polri terluka terkena lemparan batu, termasuk Kasat Sabhara,”ungkapnya
Dihadapan Sekda Lombok Tengah, HM. Nursiah yang juga ikut turun langsung menenangkan aksi massa dari Kecamatan Praya Timur itu, AKBP Budi Santosa menceritakan, kronologis terjadinya bentrokan antara aparat keamanan dengan ratusan massa pendukung salah satu Caleg dari Kecamatan Praya Timur tersebut.” Mereka datang langsung meransek masuk ke Pintu Gerbang, langsung melempari petugas dengan Bom Molotop dan Batu. Mereka (massa) juga membawa Sajam,” tuturnya.
“Soal keamanan, saya tidak ada tawar menawar, dan mereka yang memulai, begitu Rapat Pleno ditunda, mereka langsung menyerang petugas. Semestinya kalau ada yang ingin disampaikan bisa melalui mekanisme yang telah diatur UU,”ujar AKBP Budi Santosa.
Tiga anggota Polri dari Polres Lombok Tengah yang terluka terkena lemparan batu itu saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit. Sedangkan empat orang warga yang diamankam dalam aksi Brutal itu diamankan ke Mapoles Lombok Tengah, termasuk Puluhan kendaraan, Sajam, Bom Molotop dan dua Truk Batu.
Saat ini situasi di lokasi Rapat Pleno Rakapitulasi suara terbuka di eks Gedung DPRD Lombok Tengah masih mencekam dan dijaga ketata aparat TNI/Polri.
Sedangkan Rapat Pleno Rekapitulasi terbuka tingkat Kabupaten Lombok Tengah untuk PPK Pujut yang semestinya dijadwalkan dilaksanakan pada Pukul 21.00 Wita terpaksa ditunda dan akan dilanjutkan pada Kamis (9/5/2019).
Informasi yang berhasil dihimpun SuaraLombokNews.com, penundaan pelaksanaan Rapat Pleno tingkat Kabupaten untuk PPK Pujut itu ditunda karena tidak lengkapnya para Komisioner KPU Lombok Tengah yang hadir dalam Rapat Pleno tersebut.
Tidak lengkapnya Komisioner KPU Lombok Tengah itu dikarenakan, Ketua KPU Lombok Tengah, Ahmad Puad Fahrudin, dan Divisi Hukum KPU Lombok Tengah, Zamroni masih menjalani perawatan di RSUD Praya, karena sakit diduga akibat kekelahan. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan