Batujai Resmi Jadi Desa Wisata Budaya Dan Tenun

Batujai Resmi Jadi Desa Wisata Budaya Dan Tenun

SUARALOMBOKNEWS.com – Lombok Tengah | Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menjadi Desa Wisata Budaya dan Tetun.
Peresmian Desa Batujai menjadi Desa Wisata Budaya dan Tetun itu dilakukan oleh Gubernur NTB yang diwakili Kepala BPMD dan Dukcapil NTB, Azhari, Senin (14/1/2019).
Launching Desa Batujai menjadi Desa Wisata Budaya dan Tetun itu digelar di Dusun Mengiluk, Desa Batujai.
Dalam sambutannya, Ketua panitia Launching Desa wisata budaya dan tenun, Muhammad Faris menyampaikan, dengan diresmikannya Desa Batujai menjadi Desa Wisata Budaya dan Tenun, diharapkan menjadi awal kebangkitan pariwisata di Desa Batujai, sehingga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.“Setelah dilaunching, maka kedepan Desa Batujai juga akan dikembangkan sebagai Desa wisata religi, dengan harapan nanti desa kami bisa menjadi salah satu Desa yang bisa dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh dunia,”ucapnya.
Faris mengungkapkan, sampai dengan saat ini, Desa Batujai masih terus mempertahankan kearifan budaya lokalnya, seperti kegiatan Adat Sorong Serah dalam setiap perkawinan.“Termasuk kegiatan nyesek masyarakat kita disini masih tetap bertahan dan saya rasa jika potensi itu dikembangkan, maka akan menjadi daya tarik bagi para wisatawan,”ungkapnya
Sementara itu, Kepala General Affair The Mandalika, I Gusti Lanang Bratasuta menyampaikan, PT. ITDC selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khsusu (KEK) The Mandalika sangat mengapresiasi upaya masyarakat dalam membangun sektor pariwisata itu, pihaknya berjanji akan selalu mendukung apa yang menjadi kreatifitas semua Desa di Lombok Tengah.“Apalagi Desa yang merupakan Desa peyangga pariwisata KEK Mandalika, maka akan terus kita dukung. Karena hingga tahun 2020 mendatang di KEK Mandalika akan tersedia sebanyak 1200 kamar penginapan. Sehingga, dengan dukungan itu kami berharap masyarakat bisa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki desa untuk bisa menjadi lokasi tujuan wisata ”ungkapnya.
Dalam membangun pariwisata, kata Brata Suta, ada beberapa hal yang harus dimiliki sebuah daerah, seperti keindahan alam, regulasi dan sumber daya manusia. Dimana tiga syarat itu sudah dimiliki kabupaten Lombok Tengah, bahkan untuk regulasi yang ada saat ini dipastikan sangat baik dalam kemajuan pariwisata.“Pemerintah pusat dan provinsi sudah memberikan dukungan penuh dalam segala hal, untuk itu kita berharap agar masyarakat juga ikut berfartisipasi dalam mengembangkan pariwisata. Karena jika KEK Mandalika sudah terbangun keseluruhan nanti didukung juga oleh obyek penyangga tidak bisa saya bayangkan gimana majunya daerah ini kedepanya,”tuturnya.
Ditepat yang sama, Mewakili Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT, SH, Asisten I Setda Lombok Tengah, HL M Amin mengatakan, saat ini Pemkab Lombok Tengah sedang konsen untuk menjadi Daerah wisata.
Untuk itu, diharapkan bagi setiap desa harus bisa memanfaatkan berbagai potensi yang terkandung didalamnya untuk mendatangkan para wisatawan.“Kami terus berharap agar budaya yang dimiliki setiap desa dikemas agar bisa menjadi daya tarik wisatan. Khusus desa wisata Batujai ini kalau dikemas dengan baik maka akan menjadi salah satu lokasi kunjungan wisatawan kedepannya, sehingga akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,”katanya.
Saat ini, lanjut HL. Moh Amin, Obyek wisata di Lombok Tengah sudah siap dikunjungi wisatawan, pemerintah menjamin Lombok Tengah aman untuk dikunjungi oleh para wisatawan pasa Gempa yang menggunjang Lombok – Sumbawa, NTB pada bulan Juli – Agustus 2018 lalu.“Bahkan untuk naik ke gunung rinjani saja, harus melewati Lombok Tengah. Karena daerah lain masih ditutup,”tegasnya.
Sementara itu, mewakili Gubernur NTB, Kepala DPMPD dan Dukcapil Provinsi NTB, Azhari berharap, agar semua potensi yang dimiliki setiap desa bisa di kelola langsung oleh BUMDes setempat. Terlebih lagi saat ini sudah ada regulasi yang mendukung dimana 10 sampai 20 persen Dana Desa (DD) bisa digunakan untuk mengembangkan potensi Desa. “Dalam undang- undang sudah jelas menyatakan bumi air dan kekayan alam yang terkandung didalammya di kuasai negara untuk kesejahteraan rakyat,”jelasnya
Azhari juga berharap, agar desa budaya dan tenun Batujai segera di SK kan oleh Bupati. Dengan SK tersebut nantinya bisa sebagai syarat desa mendapatkan dukungan anggaran, baik itu dari Provinsi maupun pemerintah pusat yang nantinya digunakan untuk mengembangkan potensi yang ada. “Karena nanti jika sudah ada SK desa bisa mengakaes anggaran pemerintah untuk mengembangkan potensi yang dimiliki desa dari sektor pariwisata ini,”ungkapnya.
Pada kesempatan ini ITDC juga diminta untuk menyerap tenaga ahli yang berasal dari masyarakat lokal yakni masyarakat NTB khusunya Lombok Tengah, sehingga perlu kiranya ITDC melakukan pembinaan kepada masyarakat terkait penyiapan SDM yang handal dibidang pariwisata. “Dengan dilaunchingnya desa wisata ini diharapkan kedepan perekonomian bisa lebih baik lagi, apalagi saat ini dana yang ada di desa begitu besar jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,”ujar Azhari. [slNews.com – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan