Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Bentuk Kelompok Masyarakat Perduli Kebersihan

Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Bentuk Kelompok Masyarakat  Perduli Kebersihan

SUARALOMBOKNEWS.COM – LOMBOK  BARAT |Persoalan kebersihan dan kelesterian ekosistem bawah laut (biota laut) menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di Desa Gili Gede, Kecamatan  Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Pasalnya, daerah yang berada ditengah laut itu kerap kali ditumpuki sampah yang dibuang masyarakat.

Kawasan Gili ini juga jadi sasaran pelaku penanangkap ikan yang tak bertanggung jawab dengan cara merusak terumbu karang.

Untuk membantu warga menangani persoalan  kebersihan di Gili Gede, aparat dari Babinsa  dan Babinkamtibmas  setempat menggagas kelompok masyarakat sadar kebersihan dan memelihara biota laut.

Beberapa bulan lalu, aparat terkait berinisiatif membentuk kelompok masyarakat peduli kebersihan. Tiap hari minggu dan jumat, mereka turun bersama kelompok masyarakat yang dinamakan “Teluk Rindu” untuk melakukan jumat bersih.  “Kita bentuk kelompok masyarakat di Dusun Gedang Siang, setelah dibentuk masyarakat tidak buang sampah sembarangan dan tidak berani injak terumbu karang,”kata Babinsa Desa Gili Gede, Serda Joko Sulistiono, Senin (19/3/2018).

Serda Joko mengungkapkan, kelompok masyarakat ini dibentuk untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya kebersihan dan melestarikan biota laut. Ide ini tercetus dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas, lantaran khawatir persoalan sampah di Gili Gede tidak seperti di Gili Trawangan yang tak terkendali. Kedepan kelompok serupa bakal dibentuk di semua dusun, namun kesadaran masyarakat setempat masih kurang sehingga perlu penekanan dan pembinaan secara terus menerus.

Kelompok di gedang siang kata Serda Joko,  menjadi contoh awal. Sejauh ini hampir 60 warga terlibat aktif melakukan bersih-bersih pantai. Namun yang menjadi persoalan masih minimnya tempat pembuangan sampah (TPS). “ Persoalan tidak ada TPS sudah kita sampaikan ke Pak Camat. Sebab khawatirnya kelompok masyarakat yang begitu antusias setiap hari minggu dan jumat h turun bersih-bersih akan luntur karena tidak tahu sampah mau dibuang kemana,”ucapnya.

Akibatnya, jika kesadaran masyarakat ini luntur maka kondisi gili akan kumuh lagi. Sebab tidak saja warga lokal yang antusias, namun warga asing yang datang berwisata ke Desa Gili Gede pun ikut turun bersih-bersih. Ia membandingkan kondisi dusun gedang siang dulu dan sekarang jauh berubah terutama dari sisi kebersihan dan tertata rapi. Ia berharap kondisi ini perlu diperhatikan oleh Pemda. Terkait lokasi pembuanggan sampah sendiri, untungnya ada warga setempat bersedia lahannya dipakai untuk lokasi TPS.” Sampah yang kita kumpulkan untuk sementara dimasukkan kedalam Karung, setelah itu baru dibuang ke TPS. Untuk itu kami berharap ada keperdulian dari pengelola Villa dan Hotel untuk bersama – sama mengatasi persoalan sampah,” harap Serda Joko Sulistiono.

Sementara itu Anggota Bhabinkamtibmas Bripka Bambang Irawan menyatakan, ide ini juga terdorong dari program mantan Bupati HL Mujitahid yang penerapkan Program  Jumat bersih.

Menurut  Bripka Bambang , jika digalakkan di Desa Gili Gede maka  harus didukung aturan berupa Perdes, mewajibkan warga melakukan Jumat bersih. “Kalau ini diterapkan, Gili Gede ini akan bersih dari sampah,”ujarnya..

Imbas dari program bersih – bersih pantai itu  tentu Gili Gede akan menjadi primadona kedepan, sebab selain bisa menimati indahnya alam Gili Gede, wisatawan juga akan merasa nyaman  karena kawasan Gili Gede terbebas dari sampah.”Sebelum terlambat, penanganan kebersihan harus dimulai dari sekarang. Melalui kegiatan bersih – bersih pantai ini kami  berharap agar penanganan kebersihan di Gili lebih baik,”ujar Bripka Bambang. (slNews – miq)

No Responses

Tinggalkan Balasan