Awas, Jembatan Utama Menuju Air Terjun Benang Stokel Retak dan Nyaris Roboh

Awas, Jembatan Utama Menuju Air Terjun Benang Stokel Retak dan Nyaris Roboh

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Obyek pariwisata Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, terancam sepi dari kunjungan Wisatawan dalam maupun luar negeri.
Pasalnya, Jembatan Tendak – endak yang merupakan jembatan utama akses penghubung menuju Obyek Pariwisata Air Terjun tersebut, kondisinya pada Kamis sore (3/1/2019) Retak dan nyaris Roboh.
Salah seorang warga Desa Aik Berik, Kadran Hapipi mengatakan, Jembatan utama yang berada di sebelah utara Kantor Desa Aik Berik atau 2 KM dari Obyek Pariwisata Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar sebelum Indonesia Merdeka, dan sampai saat ini Jembatan itu tidak pernah mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah.
Warga khawatir, jika Jembatan yang kondisinya saat ini telah retak, tiba – tiba roboh dan menelan korban jiwa, terlebih lagi Jembatan itu merupakan akses utama aktivitas Masyarakat Desa Aik Berik dan akses utama yang ramai dilintasi Bus dan Mini Bus yang membawa para wisatawan menuju Obyek Pariwisata Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu.”Kini melintasi jembatan itu harus ekstra hati-hati karena seluruh konstruksi jembatan rusak seperti lantai rapuh dan tiang penyangga patah. Untuk itu mohon bantuan para pihak , sehingga Jembatan itu tidak menelan koban jiwa,”ucap Apip, Jumat (4/2/2019).
Meski begitu, warga tetap harus melewati jembatan tua tersebut. Meski penuh dengan risiko dan dihantui rasa takut, mereka harus melewati jembatan itu karena merupakan akses utama aktivitas Masyarakat.”Kami melewati ini karena keterpaksaan. Mau keluar karena jembatan ini satu-satunya untuk keluar – masuk Kantor Desa Aik Berik dan keluar menuju Desa sebelah,” sabung warga Desa Aik Berik, Hanapi.
Warga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah segera membangun ulang Jembatan tersebut sebelum ada korban jiwa. Warga menilai selama ini Pemda terkesan tidak peduli.” Janjinya saja mau dibangu, tetapi sampai Jembatan ini mau roboh tidak kunjung terealisasi. Dikhawatirkan disaat bus Pariwisata melintas menuju ke Air Terjun, jembatan itu tiba – tiba roboh, lalu siapa yang salah,” ujar H. Abdul Kadir.

Penulis  : rul
Editor     : Lalu Khaerul Amjar
Sumber : SuaraLombokNews.com

No Responses

Tinggalkan Balasan