Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Antisipasi Pernikahan Dini, AHZ Ajak Generasi Muda Nobar Film Dua Garis Biru

Antisipasi Pernikahan Dini, AHZ Ajak Generasi Muda Nobar Film Dua Garis Biru
Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, Ahmad Ziadi (AHZ) foto bersama dengan para mahasiswa dan Remaja sebelum Nobar Film "Dua Garis Biru" di Bioskop Lombok Epicentrum Mall Mataram, NTB, Minggu (14/7/2019)

SUARALOMBOKNEWS.COM – MATARAM | Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Ziadi (AHZ) bersama 200 orang Generasi Muda dari berbagai kalangan termasuk dari kalangan Mahasiswa dari sejumlah Universitas menggelar Nonton Bareng (Nobar) Film Dua Garis Biru di Lombok Epicentrum Mall Mataram, Minggu sore (14/7/2019)
Film Dua Garis Biru yang diperankan oleh Angga Yunanda (Bima) dan Zara JKT48 (Dara) berdurasi 1 jam 53 menit.
Angga Yunanda merupakan Putra asal Lombok, NTB.”Merupakan kebanggaan kita bersama, melihat seorang anak muda mampu tampil dikancah film nasional, seorang remaja berbakat, Angga Yunanda yang berasal dari Lombok,”ungkap Ahmad Ziadi sesaat sebelum Nobar Film Dua Garis Biru di Bioskop Lombok Epicentrum Mall, Minggu (14/7/2019).
200 Remaja termasuk dari kalangan Mahasiswa mendapatkan tiket Nobar Film Dua Garis Biru secara Gratis dari pria yang juga merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Tengah.”Kita mengajak adik-adik mahasiswa dengan harapan agar mampu mengambil edukasi dari kisah yang ditayangkan pada film Dua Garis Biru, setidaknya agar adik-adik generasi muda terhindar dari dampak pergaulan bebas dan pernikahan dini,”ucap Ahmad Ziadi
“Remaja itu perlu di edukasi, mungkin tidak bisa lewat diskusi atau ngobrol-ngobrol karena selama ini tabu membahas hal-hal seperti itu (seks) dan yang tidak kalah penting adalah mengajari mereka arti tanggung jawab, ketika ingin mengambil keputusan membentuk keluarga atau berumah tangga,”sambung Ahmad Ziadi
Bakal Calon Bupati Lombok Tengah pada Pilkada Lombok Tengah Tahun 2020 itu menceritakan, tayangan film Dua Garis Biru menggambarkan drama keluarga. Ketika anak dan orang tua tingal serumah, tapi secara emosional terpisah.”Di Indonesia, kita gak pernah membahas hal begini (dampak negatif seks bebas) secara terbuka. Budayanya malu. Akibatnya, banyak remaja yang terperosok karena minimnya pengetahuan. Film ini bisa menjadi pelajaran kita, seharusnya orangtua mengajak dialog anak sejak dini. Dalam film tersebut, keluarga tokoh digambarkan agamis. Namun ternyata agamis saja tidak cukup. Harus ada diskusi dalam keluarga agar mereka tidak terjebak pergaulan bebas,”pesan Ahmad Ziadi.
Dua Garis Biru mengisahkan tentang dua orang remaja SMA bernama Dara dan Bima yang berpacaran sampai melampaui batas. Film ini bisa menjadi cermin bagi kehidupan remaja dan anak muda di zaman sekarang yang tak lagi punya batasan.
Di pertengahan cerita, dunia Bima dan Dara tak lagi berwarna terlebih keduanya harus menjadi orang tua. Film ini membawa pesan tentang hubungan yang salah bisa membawa banyak masalah. Konflik demi konflik digambarkan gamblang penuh pesan satir dan sentilan. Utamanya tentang pentingnya edukasi seksual kepada generasi muda yang sering dianggap tabu. Padahal topik ini adalah hal penting terutama penting dibicarakan dari orang tua kepada anak-anak. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan