Alasan LLA NTB Dukung Kebijakan Menteri Edhy Ekspor Benih Lobster

Alasan LLA NTB Dukung Kebijakan Menteri Edhy Ekspor Benih Lobster
Silaturahim Pengurus dan Anggota Lombok Lobster Asosiasi (LLA) NTB di rumah Ketua Dewan Pembina LLA NTB, Mahnan Rasuli di Desa Batu Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, NTB, Sabtu (14/12/2019)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TIMUR | Lombok Lobster Asosiasi Nusa Tenggara Barat (LLA NTB) mendukung kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo membuka seluas – luasnya ekspor benih atau Belur Lobster.”Ekspor merupakan langkah kebijakan yang dipandang lebih baik dibandingkan harus melarang. Sebab, nyatanya meskipun ada larangan, di lapangan masih terus berlangsung penyelundupan benih lobster. Jumlahnya mencapai 80 persen dari total hasil yang ditangkap,”ungkap Ketua Dewan Pembina LLA NTB, Mahnan Rasuli pada acara Silaturahim Pengurus dan Anggota LLA NTB di rumahnya di Desa Batunampar Selatan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Sabtu (14/12/2019).
Menurut Mahnan, jika tidak ditangkap benih Lobster tersebut, peluang angka harapan hidup maksimal 1 persen. Karena itu, Paradigma pemerintah untuk ekspor, merupakan opsi dan skema yang baik. Selain itu dapat dipertimbangkan aspek proses pengalihan ke pembudidaya benih lobster, sehingga menguntungkan bagi pemerintah.”Produksi Lobster masih mengandalkan produksi dari alam (perikanan tangkap), sementara budidaya Lobster di Indonesia termasuk di dunia sampai saat ini tidak berkembang dengan baik. Menjaga stok Lobster di alam menjadi sangat penting, mengingat sampai saat ini produksi Lobster Nasional dan Internasional masih sangat tergantung pada pasokan dari hasil tangkapan di alam. Artinya dengan menjaga keberlanjutan stok Lobster di alam akan turut menjaga keberlanjutan ekonomi Lobster,”ucapnya
Mahnan mengaku sangat menyayangkan munculnya kelompok penolak ekspor dan budidaya, yang hanya mengandalkan logika pelarangan melalui Permen-KP No 56 Tahun 2016 yang katanya berdampak pada peningkatan produksi Lobster ukuran konsumsi sejak pemberlakuan pelarangan. Padahal tidak seperti itu.”Jadi jangan kita dibodohi dengan persoalan pro dan kontra. Mari kita menghitung berapa besar Sumber Daya Stok Benih Lobster dan Lobster ukuran konsumsi. Dan Indikator ekspor berdasarkan jumlah data tangkapan benih Lobster dan jumlah hasil pembesaran benih Lobster. Lagipula, tak mungkin Benih Lobster yang sudah melalui pembesaran secara alami tak mungkin capai 70 persen hidup,”paparnya
Oleh sebab itu lanjut Mahnan, ekspor benih Lobster kembali dilegalkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, merupakan langkah sangat tepat dan menguntungkan negara. Proses penangkapannya juga tidak mempengaruhi atau mengancam lingkungan. Sustainability tetap terjamin sehingga kinerja ekonomi Lobster akan lebih baik kedepannya.”Untuk ketersediaan benih Lobster dimasa mendatang, tentu langkah kebijakan KKP untuk merestocking benih Lobster dialam menjadi tumpuan akan ketersediaan benih dan sumber daya Lobster di alam sebagai kunci utama keberlanjutan ekonomi Lobster dimasa mendatang,” pungkasnya.
Selain dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pembina LLA NTB, Mahnan Rasuli, acara Silaturahum itu juga dihadiri seluruh Pengurus dan Anggota LLA NTB serta para Peternak, Pembudidaya Lobster dan Nelayan setempat.
Acara Silaturahim LLA NTB itu juga diisi dengan Diskusi dan tannya jawab terkait dengan peningkatan perekonomian Masyarakat Pesisir atau Nelayan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, NTB. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan