Alasan Jinalim Pagar Lahan Sirkuit motoGP KEK The Mandalika

Alasan Jinalim Pagar Lahan Sirkuit motoGP KEK The Mandalika
Jinalim dan Gemar Suardi bersama sejumlah Anggota Keluarga memagar lahan lokasi pembangunan Sirkuit MotoGP KEK The Mandalika di Dusun Ujung Lauk, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Jumat, (17/01/2020)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Lahan lokasi pembangunan Sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika yang berada diwilayah Dusun Ujung, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali di Pagar warga, Jumat sore (17/01/2020).
Pemagaran lahan Sirkuit Mandalika itu dilakukan oleh Jinalim dan Gemar Suardi, warga Desa Kuta bersama sejumlah Anggota keluarganya.
Dihubungi suaralomboknews.com via Handphone, Jumat (17/01/2020), Jinalim mengunggkapkan, pemagaran lahan Sirkuit Mandalika dilakukan karena kesal terhadap sikap PT. ITDC selaku pengembang KEK The Mandalika yang sampai dengan saat ini tidak bisa menunjukkan bukti surat jual beli tanah yang diklaimnya tersebut.”Dari dulu kami minta, tolong ITDC tunjukkan bukti siapa yang menjual tanah saya, siapa yang menerima uang dan siapa yang tanda tangan surat jual beli. Tetapi sampai dengan sekarang tidak pernah ada jawaban dari ITDC, dan tanah seluas 42 are masih sah milik saya dan 60 are milik Gemar Suardi,”ungkapnya
Jinalim mengaku memiliki alat bukti kepemilikan tanah yang diklaim oleh PT. ITDC telah di dibayar atau dibebaskan tersebut.”Saya punya bukti, ada Pipil dan Sporadik. Kok bisa tanah saya dikatakan sudah dijual, padahal orang tua sayang meninggal tahun 80 sedangkan ITDC ada Tahun 90,”ucapnya
Jinalim juga menggaku, akan menerima jika tanahnya yang berada di lokasi pembangunan Sirkuit Mandalika itu diselesaikan sama dengan lahan Enklave dengan harga Rp. 77,5 juta per are.”Kami tidak pernah menolak pembayaran tanah. Saya menerima dan tidak akan menolak tanah saya dibayar sama dengan lahan Enklave Rp. 77,5 juta per are. Dan pada saat penyelesaian lahan Enklave saya tidak diundang,”tuturnya
Jinalim bersama Gemar Suardi dan anggota keluarganya memagar tanah lokasi Pembangunan Sirkuit Mandalika menggunakan Bambu, Kayu dan Gempeng atau Pagar yang dibuat dari Bambu.”Besok (Sabtu,18/01) kami juga akan kembali melakukan pemagaran dan Pagar tidak akan kami buka sebelum ada jawaban dan kejelasan dari ITDC,”ancam Jinalim
Sampai dengan berita ini dimuat di suaralomboknews.com, belum ada jawaban dari PT. ITDC terkait pemagaran lahan Sirkuit MotoGP Kek The Mandalika oleh Jinalim bersama Gemar Suardi tersebut. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan