Alasan Hasan Kereta Gantung Tak Pantas Dibangun di Gunung Rinjani

Alasan Hasan Kereta Gantung Tak Pantas Dibangun di Gunung Rinjani
Direktur Lesa Demarkasi NTB, Hasan Masat

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Pembangunan Kereta Gantung oleh Investor di sekitar Kawasan Gunung Renjani sepanjang 10 km di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ditargetkan tuntas dibangun menjelang MotoGP di sirkuit Mandalika, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah Tahun 2021 mendatang, mendapat kritikan pedas dan penolakan dari sejumlah kalangan, salah satunya datang dari Direktur Lembaga Studi Adbokasi Demokrasi dan Hak Asasi (Lesa Demarkasi) NTB, Hasan Masat.
Menurut Hasan, Kebijakan Pemprov NTB atas rencana pembangunan  Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani melukai Alam dan keindahan Gunung Rinjani.”Sungguh melukai alam kita yang  justru di saat kita sedang gencar – gencarnya melakukan upaya konservasi dan proteksi lingkungan, ditengah – tengah bencana lingkungan dan hilangnya sumber daya air yang semakin parah,” ucap Hasan Masat, Kamis (23/01/2020).
Hasan mengungkapkan, Isu Gunung Rinjani sejak dulu menjadi Public interest dan sentral, karena Gunung Rinjani adalah sumber daya hidup bagi masyarakat Sasak dan Penduduk di Pulau Lombok.”Untuk itu, apapun yang dilakukan mestinya melalui proses konsultasi publik yang panjang, publik debate yang sehat dan feasibility study yang akurat dan creadible,”ungkapnya
Hasan juga mengungkapkan, Kawasan Rinjani adalah kawasan adat the cultural heritage dan bahkan menjadi world heritage dan diakui sebagai kawasan UNESCO Global Geopark.. yang harus dijaga nilai – nilai yang melekat pada Gunung Renjan yang Sakral bagi masyarakat Sasak, Lombok. Gunung Renjani juga menjadi sumber daya hidup, sumber air dan udara bagi seluruh penduduk di pulau Lombok.” Jadi Proyek Kereta Gantung akan memberi dampak perusakan Lingkungan oleh commercial facilities development, terlebih lagi katanya Amdal dikerjakan cuman 3 bulan,”katanya
Selain itu kata Hasan, tidak ada studi pasar yang menunjukkan bahwa Pembangunan Kereta Gantung di Kawasan Gunung Rinjani  akan menciptakan market demand, jika belajar dari banyak fasilitas sejenis di beberapa tempat, Pembangunan Kereta Gantung hanya akan menciptakan just another tourist attraction saja.”Dan pasar fasilitas ini sudah tidak diminati, saya Khawatir, proyek ini kalau jadi, hanya ramai di awal, bisnis tidak berkembang, operation cost tinggi, investor merugi dan minggat dan kita hanya akan melihat monumen – monumen baja yang merusak pemandangan seperti halnya beberapa kasus dibeberapa negara lain,”sebunya
Kalaupun ramai kata Hasan, Kereta Gantung itu akan menciptakan over tourism yang merusak.
Hasan mencontohkan, seperti penanganan sampah yang ada di tiga Gili yakni Gili Air, Meno dan Gili Trawangan yang tidak bisa diurus secara nyata oleh Pemerintah.”Lihat saja 3 gili itu, Pemerintah ngurus sampah di depan mata aja gak bisa, apalagi di hutan belantara dan terjal, dan Rinjani akan menjadi the biggest trash dump in the world,”sebutnya

Di Dunia lanjut Hasan, Gunung Rinjani masuk kategori light mountaineering yang digemari oleh banyak kalangan pecinta outdoor di seluruh dunia, karena tracknya yang nyaman dan tidak extreme.. justru pasar mountaineering ini jumlah nya terbanyak dan kalau pasar tersebut digarap dengan baik akan menyumbangkan PAD dan Devisa yang besar karena sebagian besar travalernya dari kalangan menengah ke atas yang setiap saat membutuhkan nature therapy.”Dan Kereta Gantung justru akan menurunkan minat wisatawan untuk ke Gunung Rinjani. Dan Kereta Gantung tidak mungkin menyerap banyak tenaga kerja, karena sifatnya yang automated operation. Yang ada malah di setiap stop akan banyak pedagang dadakan yang tidak terkontrol, jadi silakan saja dibayangkan sampahnya,”ucapnya
Dari sisi Health and safety kata Hasan, Gunung Rinjani atau Pulau Lombok rentan dengan Letusan gunung berapi dan intense seismic activities.” Jadi kalau terjadi Letusan, jalur evakuasi mau lewat jalur mana, jadi safety plannya harus melebihi negara – negara maju, karena fasilitas sejenis di negara maju gradenya sangat rendah. umumnya lebih mudah,”terangnya
Selain merusak alam, pembangunan Kereta Gantung juga mengganggu flora dan fauna di yang hidup damai dan berkebang biak di kawasan Gunung Renjani. Selain itu Kereta Gantung juga akan menyebabkan pencemaran lingkungan dan udara di kawasan Gunung Renjani.” Dan Investor itu tentunya akan berhitung Return on Investment dan profit mereka, Pertanyaannya seberapa besar sih untung dari bisnis ini dibandingkan dengan mudarat nya.
Kalau melihat kesanggupan harga bayar konsumen Indonesia sangat kecil dibandingkan dengan nilai investasinya. Saya gak yakin bisnis ini untung besar. Apalagi dengan jumlah kunjungan wisatawan ke Lombok angkanya terus merosot, dan Bisnis model kereta gantung ini sudah out of date, dan banyak ditinggalkan, kok kita malah mau mulai,”papar Hasan
Untuk itu, Hasan meminta kepada Pemprov NTB untuk membatalkan niat investor yang ingin membangun Kereta Gantung di Kawasan Gunung Renjani, dan mencari PAD lain selain dari membangun Kereta Gantung, terlebih lagi keadaan hutan yang ada di kawasan Gunung Rinjani semakin memprihatinkan yang mengakibatkan menipisnya sumber – sumber mata air.”Masih banyak cara untuk mendapatkan Devisa dan PAD dari Gunung Rinjani yang environmentally Friendly (ramah lingkungan). we just need to be creative. Jadi kereta gantung ini hebat nya dimana ya?, Jadi sebaiknya di pertimbangkan untuk tidak di lanjutkan. Ada beberpa hal yang justru lebih urgent untuk ditangani di kawasan Gunung Rinjani yakni penebangan liar, pemulihan hutan, dan pengelolaan sumber air. Masyarakat setiap saat menjerit akibat air bersih yang tidak tersedia, khususnya di musim kemarau karena sumber – sumber mata air itu semuanya berada pada sekitar kawasan Gunung Rinjani,”tuturnya
Hasan juga meminta kepada Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah untuk menjelaskan sejelas – jelasnya ke pada seluruh lapisan masayarakat terkait dengan pembangunan Kereta Gantung terrsebut.”Pemprov dan Pemkab Lombok Tengah harus menjelaskan kepada publik tentang konsep dan gagasan pembangunan kereta gantung, karena proyek tersebut memotong dan melintasi bentangan alam yang oleh masyarakat Lombok menjadi sumber penghidupan dan kehidupannya, disamping akan terjadi proses perubahan alam secara ekologis juga akan berdampak pada soal ekonomi, dan Pemerintah jangan asyik menjadi timses investor, benefit apa yang kita dapat, pengalihan usaha rakyat apa yang ditawarkan, ini semua harus dijelaskan, untuk itu sebaiknya dikaji dan dipikir ulang untuk pembangunan Kereta Gantung tersebut,”ujarnya. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan