Aksi Akbar Menolak Perubahan Nama BIL menjadi BIZAM Siap Digelar

Aksi Akbar Menolak Perubahan Nama BIL menjadi BIZAM Siap Digelar
Ratusan Masyarakat bersama sejumlah tokoh Masyarakat, dan LSM yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak (Geram) perubahan nama Bandara BIL menjadi BIZAM menggelar pertemuan di Desa Ketare, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Rabu (12/02/2020)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Ratusan Masyarakat bersama sejumlah tokoh masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggelar pertemuan dalam rangka merapatkan barisan untuk menolak SK Kemenhub RI Nomor KP. 1421 Tahun 2018 tentang perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pertemuan yang diinisiasi oleh sejumlah tokoh masyarakat itu digelar disalah satu rumah warga di Desa Ketare, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Rabu (12/02/2020).
Masyarakat yang hadir dalam pertemuan itu dari Desa Tanak Awu, Ketare, Sengkol, Kawo dan Desa Rembitan, Kecamatan Pujut. Dari Desa Batu Jai, Penujak, Stanggor, Bonder dan Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat serta sejumlah perwakilan masyarakat dari masing – masing Desa di Lombok Tengah.
Sedangkan dari kalangan LSM yang hadir dalam pertemuan itu yakni, Ketua LSM Alarm NTB, Lalu Hizzi, Ketua LSM Formapi NTB, Ikhsan Ramdhani dan LSM NTB Bangkit.
Kepada suaralomboknews.com, Ketua LSM Alarm NTB sekaligus Koordinator Umum Gerakan Rakyat Menolak (Geram) NTB SK Kemenhub RI Nomor KP. 1421 Tahun 2020 tentang perubahan nama BIL menjadi BIZAM, Lalu Hizzi mengatakan, pertemuan yang digelar oleh ratusan masyarakat dan tokoh – tokoh masyarakat Lombok Tengah itu sebagai salah satu upaya merapatkan barisan, tekad, niat dan perjuangan untuk mempertahankan nama BIL.”Masyarakat telah bersefakat untuk tetap konsisten menolak Perubahan Nama BIL menjadi BIZAM. Dan selesai acara Festival Pesona Bau Nyale 2020 (menangkap cacing laut) pada tanggal 14 – 15 Februari 2020, masyarakat akan menggelar aksi Akbar dengan melibatkan masyarakat dari seluruh Desa di Lombok Tengah,”ungkapnya
Lalu Hizzi juga menegaskan terkait dengan beredarnya informasi sejumlah Desa Lingkar BIL yang setuju terhadap SK Kemenhub RI tentang perubahan nama BIL menjadi BIZAM tersebut.”Tidak benar desa-desa Lingkar BIL setuju dengan perubahan nama BIL menjadi BIZAM. Bahkan mereka (masyarakat) berapi-api menyampaikan penolakan dengan teriakan BIL harga mati,”tegasnya
Setelah pertemuan tersebut kata Lalu Hizzi akan ada pertemuan – pertemuan lanjutkan untuk membahas dan mematangkan kegiatan Aksi Akbar menolak perubahan nama BIL menjadi BIZAM.” Akan ada pertemuan lanjutan untuk merumuskan pola pergerakan atau aksi, agar tidak terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan, kita perlu mempunyai pola pergerakan yang tepat, karena mereka rata-rata ingin mengepung bandara bahkan sampai ada yang ingin menginap disana. Nah hal-hal yang seperti ini kita harus hindari, kecuali memang situasinya yang memaksa harus demikian”ancamnya
Masyarakat Lombok Tengah khususnya masyarakat di Desa lingkar BIL lanjut Lalu Hizzi, masih sangat solid dan kompak mempertahankan nama BIL atau LIA dan menolak nama BIZAM.”Jadi Pemprov dan pihak Angkasa Pura hendaknya jangan membandel dan tetap memaksakan merubah nama bandara, karena akan berpotensi konflik yang sangat besar, dan tentu akan menjadi presiden buruk bagi pemeritah Provinsi har ini,”ujarnya. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan