Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

AKBP Budi Santosa Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Lombok Tengah

AKBP Budi Santosa Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Lombok Tengah
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa bersama Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip dan jajaran Forkompinda Lombok Tengah saat pemeriksaan kesiapan kelengkapan, peralatan dan perangkat pendukung kebakaran hutan dan lahan, mulai dari kendaraan roda dua, kendaraan roda empat maupun kendaraan jenis lain yang dimiliki masing-masing pihak terkait dalam melakukan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan usai pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan di Lapangan Umum Puyung, Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, NTB, Jumat pagi (16/8/2019).

SUARALOMBOKNEWS – LOMBOK TENGAH | Kapolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), AKBP Budi Santosa memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan Upaya Pencegahan Musibah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bertempat di Lapangan Puyung, Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Jumat pagi (16/8/2019).
Apel siaga tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip, jajaran Forkopimda Lombok Tengah, Kepala BPBD Lombok Tengah, H. Muhamad, para Kapolsek, Danramil dan beberapa pimpinan organisasi terkait,
Dalam amanatnya, AKBP Budi Santosa menyampaikan Maksud dan tujuan diadakannya Apel adalah dalam rangka menyamakan langkah, persepsi dan menyatukan tekad untuk saling bekerjasama serta bahu membahu dalam menanggulangi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Lombok Tengah.”Sebagaimana kita ketahui bersama baik melalui media cetak maupun elektronik, kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia telah menyebabkan kerugian yang tidak sedikit baik materiil maupun immaterial. belum lagi jika kita hitung kerugian-kerugian lainnya seperti kerugian lingkungan. Pada tahun 2015 dan tahun sebelumnya kebakaran hutan terjadi hampir di seluruh provinsi dimana kerugian yang diakibatkan adalah 221 T dan untuk lahan terbakar mencapai 2,6 juta Ha, kejadian ini jangan sampai terjadi lagi di wilayah Indonesia. Jika dibanding dengan tahun 2016 jumlah Spot Karhutla tahun 2019 turun akan tetapi jika
dibandingkan dengan tahun 2018 angka Hot Spot naik, hal ini tidak boleh terjadi yang harusnya turun tiap tahun dan tidak boleh naik,”ungkapnya
Menurut AKBP Budi, menjaga lingkungan agar tetap sehat merupakan amanat UUD 1945 dalam Pasal 28H ayat (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Kemarau panjang yang terjadi tahun ini mulai menimbulkan dampak kekeringan, selain itu munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan sudah mulai menganggu aktivitas masyarakat.
Kebakaran hutan dan lahan kata AKBP Budi seperti bencana tahunan yang terpenting adalah pencegahan, oleh sebab itu harus menjadi perhatian kita bersama, Presiden meminta Muspida agar bekerjasama dengan baik sehingga api sekecil apapun segera dipadamkan dan sehingga tidak terjadi kebakaran.”Ini menjadi
tugas kita semua termasuk Kepolisian dan TNI, karena itu yang harus dilakukan agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sedini mungkin,”tegasnya
“Melalui Apel ini sekali lagi saya menghimbau seluruh unsur yang hadir, baik pemerintah, maupun masyarakat agar secara bersama-sama dapat bekerja lebih keras dan tuntas untuk dapat melakukan kegiatan pemadaman, patroli dan mensosialisasikan seruan/larangan kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan, serta upaya-upaya lain yang produktif yang dapat mengurangi dan mencegah terjadinya pembakaran hutan dan lahan di Kabupaten Lombok Tengah,”pesan AKBP Budi Santosa.
Diakhir amanatnya AKBP Budi menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia tentang Karhutla yaitu Kerugian ekonomi akibat karhutla besar sekali sehingga jangan ada darurat api, untuk itu agar api sekecil apapun segera diatasi dan dipadamkan. Babinsa dan Bhabinkatibmas agar mengecek langsung bila ada Hotspot dan jangan tunggu sampai api membesar segera padamkan sebelum menjadi besar. Tidak perlu diulangi cara pencegahan dan pemadaman api karena sudah secara rinci
diketahui oleh seluruh instansi terkait, untuk itu segera tanggap untuk mencegah dan memadamkan api bila ada api. Prioritaskan pencegahan melalui patroli dan deteksi dini. Segera mungkin padamkan bila ada api dan lakukan pemadaman sebelum api menjadi besar. Langkah penegakan hukum sudah baik dan terus
tingkatkan serta konsisten. Tahun 2019 mulai ada lagi asap yang menggangu Negara tetangga agar segera selesaikan dengan
upaya yang maksimal sehingga tidak malu dengan Negara tetangga yang kena dampak asap akibat kebakaran.
Apel siaga diakhiri dengan pemeriksaan kesiapan kelengkapan, peralatan dan perangkat pendukung kebakaran hutan dan lahan, mulai dari kendaraan roda dua, kendaraan roda empat maupun kendaraan jenis lain yang dimiliki masing-masing pihak terkait dalam melakukan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan.
Pemeriksaan dilakukan oleh Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa bersama Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip, jajaran Forkopimda Lombok Tengah, Kepala BPBD Lombok Tengah, H. Muhamad dan beberapa pimpinan organisasi terkait untuk memastikan semua peralatan kondisi siap pakai. [slNEWS – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan