SHOPPING CART

close

Diawali Sosialisasi dan Libatkan Masyarakat, Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Katon Capai 25 Persen

Pekerjaan Proyek Daerah Irigasi Katon camapi 25 persen
Kegiatan Sosialisasi Pekerjaan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Katon Tahun Anggaran 2026–2027 dengan melibatkan unsur masyarakat, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, TNI-Polri di Aula Kantor Camat Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

SUARALOMBOKNEWS |  Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Katon Tahun Anggaran 2026–2027 yang dikerjakan PT Fathimah Indah Utama telah mencapai progres pekerjaan sekitar 25 persen. Proyek senilai Rp. 116 Miliar tersebut diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat dan melibatkan warga setempat dalam pelaksanaan pekerjaan.

Proyek yang berada di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I, Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia itu memiliki panjang penanganan sekitar 45 kilometer dengan masa pelaksanaan 530 hari hingga tahun 2027.

Pekerjaan dimulai dari bagian hulu di Katon, Desa Langko, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, kemudian melintasi Kecamatan Praya Tengah dan Praya Timur, hingga berakhir di bagian hilir wilayah Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

Direktur Cabang NTB PT. Fathimah Indah Utama, Lalu Muhammad Firdaus, saat ditemui pada Jumat (23/10/2026), mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi dengan masyarakat, kepala desa, kepala dusun, serta berkoordinasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Menurut Lalu Firdaus, sosialisasi tersebut dilakukan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai gambar dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.“Sudah dilaksanakan sosialisasi bersama masyarakat, kepala desa dan kepala dusun, serta berkoordinasi dengan P3A. Dan masyarakat sangat mendukung pekerjaan ini,” ungkapnya.

Lalu Firdaus menegaskan, pihaknya terbuka terhadap masukan dan pengawasan masyarakat apabila ditemukan pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.“Kalau tidak sesuai spesifikasi, kita minta dibongkar. Kami ingin pekerjaan ini benar-benar sesuai dengan ketentuan dan gambar yang diberikan,” tegasnya.

Lalu Firdaus  juga menjelaskan, perusahaan berupaya melibatkan masyarakat sekitar dalam pelaksanaan proyek. Warga yang memiliki keahlian dapat dilibatkan sesuai kebutuhan pekerjaan, sementara warga lainnya bisa diberdayakan untuk membantu pengamanan peralatan maupun pengaturan akses jalan di sekitar lokasi proyek.

Bahkan, menurut Lalu Firdaus, pihaknya berkoordinasi dengan kepala dusun untuk mengetahui warga yang dapat dilibatkan dalam pekerjaan tersebut.“Ada juga kepala dusun yang kami libatkan untuk menginformasikan warga yang bisa bekerja. Pekerjaan kami berikan kepada masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Terkait kondisi lahan dan hasil penggalian, Lalu Firdaus mengatakan pelaksanaan pekerjaan mengacu pada gambar teknis yang telah ditentukan. Apabila masyarakat menemukan adanya kelebihan tanah hasil galian, ia mempersilakan hal tersebut dilaporkan kepada pihak perusahaan untuk ditindaklanjuti.“Kami bekerja sesuai gambar. Kalau ada kelebihan tanah yang digali, silakan dilaporkan kepada kami,” katanya.

Lalu Firdaus menambahkan, sosialisasi dan koordinasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek. Pihaknya juga mengaku akan menegur petugas atau pekerja di lapangan apabila ditemukan pelaksanaan sosialisasi yang belum dilakukan sebagaimana mestinya.“Kalau ada anak buah saya yang tidak melakukan sosialisasi, misalnya di wilayah Praya Timur, tentu akan saya tegur. Kami harus kulonuwun atau meminta izin dan berkomunikasi dengan masyarakat setempat,” ujarnya.

Sementara itu, terkait pengaturan air irigasi, Lalu Firdaus menyebutkan bahwa saat ini masih berlangsung musim kemarau dan belum ada pembagian air. Oleh karena itu, pelaksanaan pekerjaan mengikuti komitmen serta kesepakatan bersama P3A.

Dengan progres yang telah mencapai sekitar 25 persen, PT Fathimah Indah Utama menyatakan pekerjaan masih terus berjalan sesuai tahapan pelaksanaan yang direncanakan.

Proyek rehabilitasi ini diharapkan dapat mendukung perbaikan infrastruktur irigasi di wilayah yang dilalui, sekaligus memperkuat fungsi jaringan irigasi bagi masyarakat dan sektor pertanian.

Namun, kualitas pekerjaan, kesesuaian spesifikasi teknis, serta keterlibatan masyarakat tetap menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan proyek hingga selesai. [SLNews – rul].

Tags:

0 thoughts on “Diawali Sosialisasi dan Libatkan Masyarakat, Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Katon Capai 25 Persen”

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Oktober 2026
M S S R K J S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

STATISTIK