SHOPPING CART

close

API Serukan Jaga Marwah Presean dan Muliakan Perempuan

Asosiasi Presean Indonesia
Ketua Asosiasi Presean Indonesia, Jopi Hendrayani, S.H.,

SUARALOMBOKNEWS | Ketua Asosiasi Presean Indonesia, Jopi Hendrayani, S.H., menyerukan kepada seluruh pelaku dan pecinta tradisi Presean di Pulau Lombok dan Nusa Tenggara Barat (NTB) agar bersama-sama menjaga kehormatan budaya Sasak sekaligus menjunjung tinggi martabat perempuan.

Seruan tersebut disampaikan melalui pesan moral bertajuk “Jaga Marwah Presean, Muliakan Perempuan, Lestarikan Budaya Sasak!”

Jopi menegaskan bahwa pelestarian tradisi tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan sebuah pertunjukan budaya, tetapi juga menyangkut upaya mempertahankan nilai-nilai luhur, etika, sportivitas, dan penghormatan terhadap sesama manusia.“Budaya harus dijaga kehormatannya, tradisi harus dilestarikan nilai luhurnya, dan perempuan harus dimuliakan martabatnya,” tegas Jopi, Rabu, (21/10/2026).

Menurut pria asal Desa Beleke, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah itu, Presean merupakan warisan budaya masyarakat Sasak yang mengandung nilai keberanian, ketangkasan, sportivitas, kedewasaan, persaudaraan, serta penghormatan terhadap sesama.

Karena itu, ia mengingatkan agar penyelenggaraan Presean tidak mengesampingkan nilai-nilai tersebut demi menarik perhatian atau meningkatkan jumlah penonton.

Ia menilai daya tarik utama Presean semestinya terletak pada keberanian dan ketangkasan para pepadu di arena, keindahan seni budaya Sasak, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur.“Perempuan bukan alat promosi. Perempuan bukan objek tontonan. Perempuan adalah manusia yang memiliki kehormatan, martabat, dan hak untuk dihormati,” ucap Jopi

Jopi juga mengajak seluruh pepadu, paguyuban, penggemar, pelaku seni budaya, panitia penyelenggara, serta masyarakat pecinta Presean untuk menghadirkan pertunjukan yang bermartabat, menjunjung tinggi etika, dan tidak merendahkan perempuan demi kepentingan hiburan.

Jopi menekankan bahwa penghormatan terhadap perempuan merupakan bagian dari akhlak mulia yang sejalan dengan keteladanan Rasulullah.

Menurut Jopi, setiap orang perlu memuliakan perempuan, menghormati ibu, menyayangi istri, melindungi anak perempuan, serta tidak menjadikan kekuatan sebagai alasan untuk merendahkan, melecehkan, ataupun menyakiti mereka.

Asosiasi Siapkan Langkah Tegas.

Lebih lanjut, Jopi menyatakan bahwa Asosiasi Presean Indonesia akan mengambil langkah melalui mekanisme yang sesuai apabila ke depan ditemukan penyelenggaraan Presean yang, menurut penilaian asosiasi, menjadikan perempuan sebagai daya tarik dengan cara yang merendahkan, melecehkan, atau bertentangan dengan nilai kesopanan dan martabat manusia.

Langkah tersebut, kata dia, akan dilakukan secara bertanggung jawab dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

Jopi menegaskan bahwa seruan itu bukan bertujuan mematikan tradisi Presean ataupun membatasi kreativitas masyarakat. Sebaliknya, upaya tersebut dimaksudkan untuk memastikan tradisi Presean tetap hidup, berkembang, dihormati, dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang dengan tetap menjaga nilai-nilai luhurnya.

Jopi mengajak masyarakat Sasak untuk membuktikan bahwa warisan leluhur dapat dilestarikan tanpa mengorbankan martabat siapa pun.

Ia berharap Presean terus menjadi kebanggaan masyarakat Lombok, simbol keberanian para pepadu, ruang persaudaraan masyarakat, sekaligus warisan budaya yang menjunjung tinggi etika dan kehormatan.“Jaga Presean, jaga marwah Sasak! Lestarikan tradisi, hormati perempuan! Presean bermartabat, budaya Sasak hebat!,” ujar Jopi. [SLNews – Rul]

Tags:

0 thoughts on “API Serukan Jaga Marwah Presean dan Muliakan Perempuan”

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Oktober 2026
M S S R K J S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

STATISTIK