Penjualan Tiket MotoGP Mandalika 2026 Meroket, Marshal Bekerja Sesuai SOP

SUARALOMBOKNEWS | Penjualan tiket MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlangsung dari tanggal 9 – 11 Oktober 2026, diklaim mencapai 118 persen pada hari pertama penyelenggaraan.
Capaian tersebut disampaikan Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika), Troy Reza Warokka, dalam konferensi pers hari kedua MotoGP Mandalika 2026 di Media Center Indonesia (MCI), Sirkuit Internasional Mandalika, Sabtu (10/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Troy bersama Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola Soeprapto, menyampaikan apresiasi kepada wartawan dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
Ia berharap pemberitaan mengenai ajang balap motor kelas dunia tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata olahraga atau sport tourism di Indonesia.”Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada wartawan serta semua pihak yang mendukung penuh seluruh kegiatan di Sirkuit Internasional Mandalika, mulai dari persiapan hingga hari kedua, dan insyaallah sampai besok,” ujar Troy.
Troy menegaskan, pihaknya bersama manajemen MGPA terus mengawal seluruh proses penyelenggaraan agar berjalan aman, nyaman, lancar, dan kondusif.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika bukan hanya berkaitan dengan pelaksanaan balapan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong kemajuan Indonesia melalui sektor pariwisata dan olahraga.”Tujuannya hanya satu, yakni untuk kemajuan Indonesia,” tegasnya.
Terkait capaian penjualan tiket, Troy mengatakan hasil yang diperoleh pada hari pertama menjadi salah satu perkembangan positif dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika tahun ini.
Ia menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 merupakan hasil dari proses panjang yang telah berlangsung selama periode 2024 hingga 2026.
Pada tahun ini, Ananda Mikola Soeprapto yang menjabat sebagai Direktur Utama MGPA juga langsung dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk memastikan penyelenggaraan ajang MotoGP berjalan optimal.
Sementara itu, mengenai jumlah penonton yang hadir langsung di sirkuit, Troy mengakui adanya indikasi peningkatan berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi yang diterima dari berbagai pihak.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa angka resmi jumlah penonton belum dapat dipastikan karena masih menunggu data yang akurat dari pihak terkait, termasuk Dorna Sports selaku pemegang hak komersial MotoGP.”Kami melihat ada lonjakan penonton. Namun, untuk informasi resmi mengenai total jumlah penonton, kami masih menunggu data yang akurat dari Dorna Sports,” jelasnya.
Troy mengatakan, pihaknya tidak ingin menyampaikan angka jumlah penonton sebelum memperoleh data resmi agar informasi yang dipublikasikan kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan.
Selain capaian penjualan tiket dan jumlah penonton, Troy juga menanggapi informasi mengenai marshal yang bertugas selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
Ia menegaskan bahwa para marshal telah menjalankan tugas dan fungsi masing-masing berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Menurutnya, pelaksanaan tugas Marshal harus dilihat berdasarkan tanggung jawab dan uraian pekerjaan (job description) yang telah diamanahkan kepada mereka.”Marshal sudah menjalankan tugas dan tupoksinya berdasarkan SOP yang berlaku. Yang pasti, bagaimana marshal menjalankan tugas sesuai dengan job description yang telah diamanahkan,” pungkasnya.
Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Lombok Tengah dan NTB sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata olahraga di Indonesia, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi masyarakat, dan promosi daerah di tingkat internasional. [SLNews – rul]

Tinggalkan Balasan